Analisa Pakar Kesehatan Alasan Pemerintah Datangkan 1,2 Juta Vaksin Sinovac

Irene

Analisa Pakar Kesehatan Alasan Pemerintah Datangkan 1,2 Juta Vaksin Sinovac

Pemerintah telah mendatangkan 1,2 juta vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech. Vaksin asal Tiongkok itu tiba pada Minggu (6/12). Padahal, Sinovac sendiri menegaskan belum mengetahui efektivitas vaksin tersebut.

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra, mengatakan ada dua kemungkinan alasan pemerintah mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin Sinovac. Pertama, karena Sinovac sudah membangun komunikasi yang intens dengan pemerintah.

“Namanya juga orang kalau sudah nyambung komunikasi lebih mudah saja. Tetapi kalau kita lihat dari clinical trial kemudian kaitan dengan cita-cita vaksinasi itu sendiri memang banyak belum tuntas,” katanya saat dihubungi , Selasa (15/12).

Kedua, pemerintah ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa telah berupaya menangani pandemi Covid-19. Pemerintah kemudian berusaha mendatangkan vaksin Sinovac secara bertahap meskipun tidak bisa langsung digunakan karena efektivitasnya belum diuji.

“Pemerintah meyakinkan bahwa pemerintah berupaya, berusaha sehingga vaksin ini ada dan terparkir di Indonesia. Walaupun dengan segala macam situasinya, vaksin 1,2 juta bukan vaksin yang diuji cobakan di Indonesia. Paling tidak sudah ada,” jelasnya.

Lantaran efektivitas vaksin Sinovac belum diketahui, Hermawan meminta masyarakat tetap fokus menerapkan protokol kesehatan. Yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan serta mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

“Jadi ini intinya di satu sisi kita apresiasi tetapi secara umum vaksin ini harapan kita semua tapi bukan sebuah kenyataan atau belum menjadi kenyataan saat ini. Jadi masyarakat tidak perlu terjebak atau terlena atau menjadi cuek dengan harapan vaksin,” tandasnya.

Pemerintah sendiri tengah melakukan pengujian vaksin Sinovac. Bio Farma sebagai induk holding BUMN Farmasi telah mengalokasikan 568 botol atau vial vaksin Covid-19 Sinovac untuk dilakukan pengujian mutu bersama-sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Total vaksin yang kami terima pada Minggu (6/12) sebanyak 1.200.568 vial, di mana sebanyak 568 vial akan dialokasikan untuk dilakukan pengujian mutu yang akan dilakukan bersama oleh Bio Farma maupun BPOM,” ujar Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, dalam konferensi pers daring di Jakarta, Selasa 8/12).

Setelah pengujian dilakukan, BPOM akan mengeluarkan emergency use of authorization (EUA). EUA menunjukkan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 baru bisa dimulai. [eko]

Next Post

Polisi Sebut Rizieq Tak Bersedia Diperiksa Kasus Kerumunan di Megamendung

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Pol CH Patoppoi mengatakan Rizieq Syihab enggan memberikan keterangan saat diperiksa oleh penyidik terkait kasus kerumunan di Megamendung, Bogor. Meski begitu, kata Patoppoi, Rizieq yang masih berstatus saksi terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan di Megamendung itu tidak menolak ketika didatangi penyidik yang […]