Amien Rais: Saya Sudah 77 Tahun, Enggak Ingin Jadi Apa-apa

Irene

Pendiri Partai Ummat Amien Rais kembali berbicara soal dinamika politik akhir-akhir ini. Dia menjadi salah satu tokoh oposisi yang rajin mengkritik pemerintah. Isu-isu soal matinya demokrasi dan upaya membungkam suara-suara kritis masyarakat maupun oposisi seringkali dilontarkan oleh Amien.

Di balik kritik kerasnya ke pemerintah, Amien mengaku sama sekali tidak berambisi mengejar jabatan atau posisi politik tertentu di usianya yang kini menginjak 77 tahun. Dia mengklaim berbicara atas dasar keresahan yang dirasakan dari rezim Jokowi.

“Saya sudah 77 tahun, April ini saya sudah tua. Jadi saya enggak ada ingin jadi ini jadi ini, tidak,” kata Amien dalam akun Youtubenya, Minggu (14/3).

Amien mengatakan impiannya sebelum menutup mata yaitu melihat Indonesia semakin bagus. Sehingga, dia tidak mau Tanah Air jadi Yugoslavia yang hanya dikenang dan tidak dirawat.

“Saya tidak ingin jadi apa-apa, kecuali ingin sebelum i close my eyes for god, before i passed way before i die. Saya ingin melihat negeri ini makin bagus jangan makin rusak karena negaea yang hilang itu sudah terjadi di berbagi tempat,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, dia meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menunjukan hal yang baik sehingga tidak tergantung dengan para cukong.

“Tapi kita ini negeri yang besar penduduk besar kekayaan alam juga luar biasa kayanya jadi kalau kita berdiri di atas kaki sendiri ya pelan-pelan itu insyallah kita bisa jadi negara besar seperti yang kita impikan,” ungkap Amien Rais. [ray]

Next Post

Distribusi Pupuk Bersubsidi di Sumsel Dipastikan Sesuai eRDKK

Data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Elektronik (eRDKK) dipastikan menjadi pegangan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) dalam mendistribusikan pupuk bersubsidi, termasuk di Sumatera Selatan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan penerapan sistem e-RDKK dapat meminimalisir penyelewengan. “Jika penyelewengan bisa ditekan, penyaluran pupuk bersubsidi semakin tepat sasaran. Selain itu, juga mencegah terjadinya duplikasi […]