Breaking News in Indonesia

Allrecord TC19 Diperbaiki, Fasyankes Hingga Dinkes Lapor Kasus Covid-19 Secara Manual

Allrecord TC19 Diperbaiki, Fasyankes Hingga Dinkes Lapor Kasus Covid-19 Secara Manual

Kepala Pusat Data dan Informasi kementerian Kesehatan, Anas Maruf mengatakan pihaknya sedang melakukan proses pengkinian allrecord TC19. Allrecord TC19 merupakan aplikasi pencatatan dan pelaporan tes Covid-19.

Tujuan pemeliharaan allrecord TC19 agar proses pelaporan data kasus positif, negatif, sembuh dan fatalitas Covid-19 berjalan lancar dan tidak mengalami keterlambatan.

Proses pemeliharaan allrecord TC19 mulai dilakukan sejak 15 Februari 2021. Selama proses pemeliharaan ini, fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), laboratorium dan dinas kesehatan mengalami hambatan dalam melaporkan hasil testing dan perkembangan data kasus Covid-19.

“Akibat allrecord-TC19 tidak bisa diakses oleh pengguna, maka data kasus konfirmasi, kasus sembuh dan kasus meninggal dilaporkan secara berjenjang secara manual,” katanya dikutip dari kemkes.go.id, Jumat (19/2).

Selain data kasus positif, sembuh dan fatalitas, jumlah orang yang negatif Covid-19 juga belum bisa dilaporkan langsung kepada Kementerian Kesehatan melalui allrecord TC19. Akibatnya, Kementerian Kesehatan tidak bisa menghitung positivity rate Covid-19 di Indonesia.

“Data jumlah spesimen yang diperiksa, jumlah orang yang diperiksa dan jumlah hasil negatif pemeriksaan RT-PCR yang biasanya diambil dari allrecord-TC19 tidak ada data. Sehingga tidak bisa dihitung positivity rate,” ujarnya.

Anas Maruf berharap proses pemeliharaan allrecord TC19 segera selesai. Sehingga tahapan pelaporan data kasus positif, negatif, sembuh dan fatalitas kembali berjalan lancar.

“Diharapkan proses pemeliharaan aplikasi dapat segera selesai dan aplikasi berjalan normal sehingga bisa digunakan kembali oleh pengguna,” tandasnya. [fik]