Alat Pembunuh Virus Buatan Dokter di Surabaya Diklaim Bisa Bunuh Corona dalam Ruangan

Irene

Alat Pembunuh Virus Buatan Dokter di Surabaya Diklaim Bisa Bunuh Corona dalam Ruangan

Banyak pihak berlomba-lomba berkreasi membuat obat medis atau obat alternatif untuk membunuh virus corona (Covid-19). Di Surabaya, seorang dokter mengklaim telah menemukan alat yang mampu membunuh segala macam virus di antaranya termasuk virus corona.

Alat ini pun diberi nama 'Virus Killer Device' alias Alat Pembunuh Virus. Alat mirip pembersih udara ini temukan oleh Dokter Helmi Jakfar.

Sang penemu mengungkapkan, penyebaran virus lebih banyak di ruang tertutup dan lewat cipratan cairan. Karena di ruang terbuka virus mudah mati jika terkena sinar matahari. “Ndak perlu satu hari, sepuluh menit saja sudah mati,” katanya.

Dirinya mencontohkan dalam rapat dan salah satunya ada yang positif, maka udara dalam ruangan akan bercampur virus jika dia mengeluarkan cipratan dari bersin atau batuk.

Sebaliknya, upaya menekan penyebaran corona yang saat ini banyak dilakukan kebanyakan untuk outdoor. Misalnya, penyemprotan disinfektan di jalan-jalan.

Karenanya, dia berinisiatif membuat alat pembunuh virus. Alat ini bekerja membersihkan udara dalam ruangan dan diubah menjadi udara segar.

Cara kerja alat ini, menyedot udara dalam ruangan dan disaring dengan ultraviolet berkekuatan 800 mikro joel. Sehingga akan mematikan virus dan dilanjut dengan pemberian alkaline untuk memastikan virus mati.

“Di kotak itu cuma butuh waktu 0,2 detik untuk bunuh virus. Sebetulnya sederhana tapi tak banyak terpikirkan,” kata Helmi.

Alat ini juga dianggap cocok untuk kondisi pandemi karena bekerja terus menerus, hingga udara terus bersih. Berbeda dengan alat yang sudah ada yang membersihkan ruangan hanya sekali saja di awal.

“Yang penting ini ditempatkan di indoor seperti ruang praktik dokter. Saya juga menyiapkan untuk kapasitas ruang besar, kalau ini cukup untuk ruang 4×5 meter,” tambahnya.

Sementara itu, Didin Noor Ali, Direktur Komersial Bimasakti Group PT Bimasakti Multi Sinergi mengungkapkan, pihaknya berhasil berkolaborasi membuat beberapa alat yang ditemukan oleh dokter Helmi. Beberapa alat pembunuh virus ini pun telah diserahkan ke sejumlah rumah sakit melalui Pemprov Jatim.

Menurut Didin, bantuan ini berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaannya. Dia berharap alat ini bisa menjadi solusi dari pandemi Covid-19.

“Alat ini masih kita produksi terbatas belum fabrikasi. Maksimal hanya 30-50 unit, itu pun hanya untuk kepentingan donasi dibagi untuk rumah sakit juga di Pemprov. Nanti baru akan dipikirkan untuk produk secara massal di Indonesia,” ungkapnya di Gedung Negara Grahadi.

Sementara Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak mengapresiasi inovasi pembuatan alat pembunuh virus ini. Ia menyebut, setiap inovasi di bidang medis akan melalui proses sebelum dipakai untuk keperluan medis.

“Tetapi kita sangat bangga ada masyarakat jatim yang punya minat untuk melihat potensi untuk menanggulangi pandemi Covid-19. Bagaimana alat ini bermanfaat ini yang akan dilihat,” ucapnya. [cob]

Next Post

Ucap Sumpah di Depan Presiden Jokowi, Syarifuddin Resmi Jabat Ketua MA

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyaksikan ucap sumpah Muhammad Syarifuddin sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA) periode 2020-2025. Upacara pengucapan sumpah atau janji diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden (Kepres) Nomer 41 /P Tahun 2020 tentang Pemberhentian dengan hormat wakil ketua MA Bidang Yudisial dan Pengangkatan Ketua Mahkamah Agung. Pengucapan janji pun […]