Ahok Soal Pertamina Masih Jual Premium: Beberapa Daerah Masih Membutuhkan

Irene

Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium saat ini masih dibutuhkan. Sehingga pemerintah masih menjualnya kepada konsumen di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum).

“Ya, itu kan memang, dulu di DKI (Jakarta) sudah pernah saya hapus. Tapi kan beberapa daerah memang membutuhkan,” katanya seusai menemui Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, di Rumah Dinas Loji Gandrung, Rabu (7/4) malam.

Saat ini, pihaknya sedang membuat program ‘Langit Biru’ untuk mengajak masyarakat supaya meninggalkan premium. Karena (premium), menurutnya, secara kualitas kurang baik.

“Orang kalau pakai Pertalite atau Pertamax itu juga lebih hemat sebetulnya,” ujarnya.

Menurut pria kelahiran 29 Juni 1966 itu, kendaraan yang diproduksi saat ini sebenarnya dirancang bukan untuk BBM jenis Premium.

“Jadi secara kebutuhan ekonomi rakyat masih membutuhkan Premium. Ini yang akan kita lakukan bertahap,” jelasnya.

Ahok menambahkan, di Jawa Tengah, sangat sedikit masyarakat yang memanfaatkan Premium. Karena masyarakat makin sadar, dari sisi lingkungan maupun sisi ekonomi, memang lebih baik serta lebih hemat dengan Pertalite dan Pertamax.

“Saya nggak tahu (sampai kapan Premium dipertahankan). Mesti tanya ke menteri, kita kan cuma jalankan saja,” terangnya.

Terkait masih dipertahankan penjualan Premium juga menjadi pembahasan di kalangan wakil rakyat. Belum lama ini, Ketua Badan Anggaran (Banggar) Said Abdullah menyindir Pemerintah Indonesia karena masih menjual BBM jenis Premium ini.

Menurutnya, negara di luar Indonesia sudah banyak yang sudah tidak menggunakan Premium. Sedangkan di Indonesia masih digunakan dan bahkan Ahok sebagai Komisaris Pertamina tidak pernah membahas hal tersebut. [fik]

Next Post

8 Maret 2021: 1.504 WNA Positif Covid-19 di Indonesia

Jumlah warga negara asing (WNA) yang positif terinfeksi Covid-19 di Indonesia kembali meningkat. Data Rabu (7/4), masih 1.492 WNA positif terjangkit virus SARS-CoV-2 itu. Hari ini, Kamis (8/4), naik menjadi 1.504 orang. Ini menunjukkan, ada penambahan 12 kasus WNA positif Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Dari total 1.504 WNA positif […]