9.177 Jiwa Terdampak Banjir di Garut

Irene

9.177 Jiwa Terdampak Banjir di Garut

Banjir menerjang Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (12/10), pukul 04.30 waktu setempat. Banjir tersebut mengakibatkan 238 kepala keluarga (KK) terdampak.

“Sedangkan total populasi terdampak sekitar 2.779 KK atau 9.177 jiwa,” jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan tertulis, Kamis (15/10).

Selain itu, 20 desa yang tersebar di tiga kecamatan di Garut juga terdampak banjir. Tiga kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Pameungpeuk, Cikalet dan Cibalong.

Wilayah desa yang paling banyak terdampak berada di Kecamatan Pameungpeuk. Yakni, Desa Mancagahar, Mandalakasih, Jatimulya, Pameungpeuk, Sinarbakti, Bojongkidul, Paas dan Bojong Kaler.

Sementara desa-desa di wilayah Kecamatan Cikalet yang terdampak yakni Desa Pamalayan, Cikelet, Cigadog, Linggamanik dan Pamalayan. Sedangkan di Kecamatan Cibalong, desa terdampak yaitu Desa Karyamukti, Karyasari, Najaten, Mekarwangi, Mekarsari, Sagara dan Mekarmukti.

Raditya menyebut, hasil penilaian sementara untuk kerugian materiil berupa rumah rusak berat (RB) 136 unit, rumah rusak sedang (RS) 197, rumah rusak ringan (RR) 613 dan 2.180 rumah terendam.

“Kerugian juga menimpa fasilitas publik yakni tempat ibadah RR 25 unit, fasilitas Kesehatan RR 10, fasilitas Pendidikan 12 (masih dikaji tingkat kerusakannya), jembatan RB 18. Di samping itu, kerusakan juga teridentifikasi pada ruas jalan di 12 titik dan TPT 9 titik,” terangnya. [rnd]

Next Post

Banyak Pelajar Ikut Demo, Anies Minta Orang Tua Lebih Perhatian Selama di Rumah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta orang tua para pelajar di Jakarta untuk lebih meningkatkan perhatian selama sekolah dari rumah. Hal ini menyusul banyaknya pelajar yang berdemo menolak Omnibus Law Cipta Kerja. Anies menngingatkan, waktu pelajar kini lebih banyak di rumah daripada di sekolah. “Ya karena kan mereka di rumah […]