7 Petugas Terpapar Covid-19, Kantor Kelurahan Petojo Selatan Ditutup Sementara

Irene

7 Petugas Terpapar Covid-19, Kantor Kelurahan Petojo Selatan Ditutup Sementara

Kantor Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, ditutup sementara. Penutupan itu dilakukan akibat sejumlah pegawai dinyatakan positif Covid-19.

Camat Gambir, Fauzi membenarkan penutupan kantor Kelurahan Petojo Selatan itu. Dia mengatakan sebanyak tujuh petugas Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) dinyatakan positif Covid-19.

“Tutup sementara mulai hari ini hingga Rabu (23/9/2020). Jadi Kamis sudah mulai beroperasi kembali,” kata Fauzi saat dihubungi Liputan6.com, Senin (21/9).

Kendati begitu, dia menyatakan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Yaitu melalui sistem online dari PTSP ataupun mengumpulkan berkas di Kelurahan Petojo Selatan.

“Jadi sistem drop box yang ada di lapangan kelurahan, bukan di dalam kantor, di tempat terbuka. Kalau sekarang kantor Camat sudah mulai beroperasi hari ini,” ucapnya.

Sebelumnya, Kantor Camat Gambir sempat tutup sementara akibat sejumlah pegawai dinyatakan positif Covid-19. Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir membenarkan bila kantor Wali Kota Jakarta Pusat (Jakpus) ditutup sementara selama tiga hari.

Hal tersebut diakibatkan adanya pegawai yang dinyatakan positif Covid-19.

Chaidir mengatakan pegawai tersebut merupakan sejumlah Aparatur Sipil Negara ( ASN) dan petugas Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP).

“Lingkungan kantor walikota akan dilaksanakan sterilisasi di semua gedung dan sarana pendukung lainnya sampai dengan tanggal 22 September 2020,” kata Chaidir saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (20/9/2020).

Selanjutnya aktivitas di lingkungan Wali Kota Jakarta Pusat akan kembali seperti biasa pada Rabu, 23 September 2020. Dia juga menyatakan para pegawai tetap memberikan pelayanan dengan sistem daring.

“Berkenaan dengan hal tersebut, maka aktivitas di gedung kantor blok A, B, C dan D dihentikan,” ucapnya.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com [gil]

Next Post

Mendagri Usul Kecuali Petahana, Calon Kepala Daerah Boleh Kampanye Tatap Muka

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sudah memberikan surat pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait kegiatan kampanye yang dilakukan menarik masa saat Pilkada 2020. Dia pun tidak setuju dengan digelarnya konser dan rapat umum sebab akan membuat penyebaran virus serta dapat menguntungkan para petahana. “Segala sesuatu yang menimbulkan kerumunan itu yang […]