6 Tahun Jadi Buronan, Tersangka Penganiayaan Ditangkap saat Pulang ke Dairi

Irene

Personel Polsek Tigalingga, Dairi, Sumut, menangkap LN (35). Tersangka kasus penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang ini diciduk saat pulang kampung setelah menjadi buronan selama 6 tahun.

“Pelaku sudah enam tahun (masuk) daftar pencarian orang dan selama ini tinggal di Palembang, Sumatera Selatan,” kata Kapolsek Tigalingga AKP SP Siringo-ringo, Jumat (26/3).

SP Siringo-ringo menjelaskan, LN ditangkap di rumah kakaknya di Dusun Lau Kitik, Desa Bukit Lau Kersik, Kecamatan Gunung Sitember, Dairi, Selasa (23/3).

LN kabur setelah menganiaya Wasinton Tampubolon hingga tewas pada 3 April 2015. Penganiayaan itu berawal ketika keduanya bertemu di warung milik Mak Marsel di Desa Bukit Lau Kersik. Selanjutnya Wasinton bersama temannya Ojak Siburian mengajak LN jalan-jalan mengendarai sepeda motor. Ajakan itu pun ditolaknya.

Namun, Wasinton malah mengumpat dengan kata-kata kotor. Dia menantang LN berkelahi. “Tantangan itu pun diterima tersangka,” jelas SP Siringo-ringo.

Keduanya kemudian pergi bersama, sedangkan Ojak memilih tak ikut. Di perjalanan LN langsung menyerang Wasinton hingga terjatuh bersama sepeda motornya.

Tersangka memegang leher dan menghantamkan kepala Wasinton ke aspal. Dia juga memukul kepala korban dengan tangan berulang kali hingga pria itu tak sadarkan diri.

Warga dan keluarga selanjutnya membawa korban ke puskesmas untuk mendapat perawatan. Namun, karena luka yang diderita cukup parah, korban dibawa ke RSUD Sidikalang. Dia lalu dirujuk ke salah satu rumah sakit di Medan dan akhirnya meninggal dunia.

“Takut dilaporkan ke polisi, tersangka kemudian lari ke Medan, meninggalkan istrinya yang baru dinikahi dua bulan. Mendapat kabar kalau korban telah meninggal dunia, tersangka melarikan diri lagi ke Palembang,” jelas SP Siringo-ringo.

Beberapa tahun berselang, keluarga korban mendapat informasi bahwa tersangka pulang ke rumah orang tuanya, Selasa (23/3). Mereka langsung melaporkan ke polisi.

“Tersangka sudah kami minta keterangan dan mengakui perbuatannya,” sebut SP Siringo-ringo.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 351 ayat (3) KUHPidana. “Ancamannya dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun,” jelas SP Siringo-ringo. [yan]

Next Post

Jelang Hari Kesiapsiagaan Bencana, BNPB Harap Warga Memahami Ancaman Dini Bencana

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengajak seluruh komponen masyarakat untuk turut berpartisipasi pada Hari Kesiapsiagaan Bencana 2021. Pada 26 April 2021 pukul 10.00 waktu setempat, masyarakat Indonesia diminta untuk membunyikan sirine/lonceng secara serentak sebagai tanda adanya bencana. Karena tema HKB ke-4 ini yaitu 'Siap untuk Selamat'. Sementara […]