Breaking News in Indonesia

52 Paus Pilot Terdampar di Madura, KKP Kaji Penyebab

52 Paus Pilot Terdampar di Madura, KKP Kaji Penyebab

Puluhan ekor paus pilot terdampar di Pantai Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura, Provinsi Jawa Timur, Jumat (20/2). Hanya tiga ekor yang berhasil diselamatkan dan dilepasliarkan kembali ke laut.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk mengkaji lebih lanjut penyebab dari kejadian itu.

“Dugaan sementara adalah salah satu paus, diduga pimpinannya, sakit, sehingga rombongan paus ini mengikuti pimpinan paus pilot yang sakit dan menunggu di pinggir pantai,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Tb Haeru Rahayu dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (20/2).

Dia memaparkan, secara alamiah, paus yang sakit biasanya kerap ke pinggir pantai dan akhirnya mati. Untuk diketahui, lanjutnya, perilaku paus pilot adalah bergerombol, dipimpin seekor pilot yang ukuran tubuhnya lebih besar.

Dari pengukuran lapangan, diperoleh panjang tubuh paus pilot yang terdampar bervariasi antara 2 hingga 3,5 meter. Paus yang paling besar diidentifikasi berjenis kelamin betina dengan panjang 3,5 meter.

“Salah satu dugaan mengapa paus pilot berupaya hingga ke Selat Madura yakni dikarenakan paus sedang migrasi di perairan tropis Indonesia dan salah satu daerah rutenya adalah Selat Madura seperti yang terjadi tahun 2016,” paparnya.

Terkait dugaan bahwa La Nina atau gelombang besar yang menjadi penyebab, dia menyatakan hal itu masih belum bisa dikonfirmasi.

Dia menambahkan, upaya yang dilakukan tim mengacu pada Pedoman Penanganan Mamalia Laut Terdampar yang diterbitkan KKP. Kejadian paus pilot saat ini dikategorikan kode 1 yaitu ada yang masih hidup dan kode 2 yaitu baru saja mati. Prinsip penanganannya adalah triase, yaitu menyelamatkan yang hidup terlebih dahulu dan melakukan penanganan dengan cara menguburkan yang mati.

“Saat kejadian 52 ekor paus ditemukan, air laut sedang surut dan dasar pantai yang berpasir sehingga menyulitkan upaya evakuasi penyelamatan paus yang hidup,” ucapnya.

Dia mengemukakan, dari 52 ekor paus pilot jenis short-finned yang terdampar, 49 ditemukan dalam kondisi mati. Tiga ekor berhasil diselamatkan dan dilepasliarkan kembali ke laut di Selat Madura.

“Tim mengumpulkan paus yang hidup berjumlah 3 ekor dan melepaskan ke laut dengan cara mengelompokkan dengan jarak tertentu. Bangkai paus akan dikubur di daerah yang aman. Tim akan mengupayakan mengangkut paus-paus tersebut dengan bantuan peralatan ekskavator dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang ada dan dibantu masyarakat setempat,” ujarnya.

Berdasarkan Data KKP yang dihimpun Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, peristiwa paus terdampar di kawasan ini terakhir terjadi pada tahun 2016. Saat itu, 32 ekor paus spesies yang sama ditemukan di pantai Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. [yan]