Breaking News in Indonesia

3 Aplikasi yang Bisa Halau Pelacakan Email

Berbagai cara dilakukan pengguna untuk melacak email yang telah dikirim. Salah satunya adalah melacak apakah email yang dikirimkan telah dibaca oleh penerima atau belum.

Metode ini biasa dikenal dengan piksel pelacakan. Opsi paling mudahnya adalah dengan pengaturan bawaan yang ada pada aplikasi email yang Anda gunakan.

Namun, ada tiga aplikasi lain yang dapat digunakan untuk menghalau pelacakan tadi. Cara kerjanya lebih kepada sebagai ekstensi pada browser yang sering Anda gunakan.

Ugly Email

Pertama, yakni ekstensi yang gratis dan bersumber terbuka, Ugly Email. Ekstensi ini telah ada selama beberapa tahun dan merupakan salah satu tindakan pencegahan terbaik untuk melacak piksel.

Seperti diketahui ini adalah ekstensi untuk Chrome dan Firefox yang bekerja dengan Gmail di browser yang Anda gunakan.

Cara kerjanya, Add-on akan menampilkan ikon mata di sebelah email di Gmail yang memiliki piksel pelacakan di dalamnya.

Bahkan sebelum Anda membuka email itu sendiri. Jika Anda membuka email yang ditandai dengan ikon mata, Ugly Email akan melakukan yang terbaik untuk memblokir fungsionalitas piksel pelacakan.

Trocker

Selanjutnya adalah Trocker, sebuah ekstensi gratis mengesankan lainnya untuk Chrome dan Firefox. Selain bekerja dengan Gmail, juga kompatibel dengan Yahoo dan Outlook webmail.

Seperti Ugly Email, di sini juga piksel pelacakan akan diblokir, dan email yang berisi pelacakan akan ditandai dengan ikon T kecil di tajuk subjek saat Anda membuka pesan.

Anda juga dapat mengidentifikasi tautan terlacak di dalam pesan, dan memblokirnya jika perlu.

Freemium Mailtrack

Alat lainnya, seperti Freemium Mailtrack, dapat menambahkan pelacak ke email dan melihat email dengan pelacak di dalamnya, sehingga berfungsi di kedua sisi tabel.

Anda mungkin merasa lebih suka melihat tanda terima email telah dibaca seperti yang muncul di banyak aplikasi perpesanan instan, tetapi perlu diingat bahwa pengguna lain sering kali tidak menyadari bahwa hal ini sedang terjadi.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Arief Rahman Hakim [idc]