3 Anggota KAMI yang Ditangkap Masih Menjalani Pemeriksaan

Irene

3 Anggota KAMI yang Ditangkap Masih Menjalani Pemeriksaan

Polisi masih memeriksa anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang ditangkap kemarin. Mereka ditangkap karena diduga terlibat dalam aksi penolakan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja pada Kamis (8/10).

“Semua masih dalam proses pemeriksaan,” tutur Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (14/10).

Sejauh ini, dari delapan anggota KAMI yang ditangkap, lima di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Meski begitu, Argo belum membeberkan lebih lanjut status dari tiga orang lainnya.

“Tunggu saja,” jelas Argo.

Sebelumnya, polisi menetapkan lima dari delapan orang pendiri sekaligus anggota dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) sebagai tersangka.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menjelaskan, kelima orang tersangka dari KAMI itu adalah Juliana, Devi, Khairi Amri, Wahyu Rasari Putri, dan Kingkin.

“Semua yang sudah 1×24 jam diperiksa, sudah jadi tersangka,” ujar dia, Selasa (13/10/2020).

Awi menerangkan, kepolisian mengantongi bukti tersangka menyampaikan informasi yang membuat rasa kebencian dan permusuhan terhadap individu atau kelompok berdasarkan SARA dan penghasutan.

“Percakapan di media sosial salah satu bukti yang kami pegang. Ini penghasutan tentang apa? Ya tadi penghasutan tentang pelaksanaan demo Omnibus Law yang berakibat anarkis. Nanti tentunya akan disampaikan lebih rinci oleh tim siber,” ujar dia.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, para anggota KAMI tersebut dijerat Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan.

“Ancaman pidananya, UU ITE dan Pasal 160 KUHP adalah 6 tahun penjara,” ujar dia.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com [lia]

Next Post

Gerakan Peduli Yatim Helmi Hasan Ditiru Pemkot Tanjung Balai dan Didukung Warga

Kesuksesan Program Gerakan Peduli Anak Yatim (GPY) yang diinisiasi Helmi Hasan di Kota Bengkulu tidak hanya populer di Kota Bengkulu. Faktanya, Kota Tanjung Balai meniru program dengan misi menolong banyak anak yatim itu. Tidak tanggung tanggung, Walikota Tanjung Balai H.M Syahrial mendeklarasikan kotanya sebagai Kota Peduli Yatim setelah sebelumnya populer […]