278 Motor Berknalpot Bising Terjaring Razia di Kawasan Monas

Irene

Sejumlah kendaraan sepeda motor terjaring razia di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (7/3) kemarin. Mereka yang terjaring razia aparat kepolisian, karena menggunakan knalpot bising.

Untuk menghindari aksi kabur-kaburan para pemotor, razia sengaja digelar petugas secara dadakan dengan mengawasi kendaraan roda dua yang melintas di sekitaran Monas dan Istana. Hasilnya, 278 sepeda motor yang berknalpot bising serta tidak dilengkapi surat kendaraan berhasil diamankan petugas.

KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Sri Ngamini mengatakan, razia atau operasi ini digelar juga untuk mencegah adanya aksi balap liar.

“Selain demi menjaga kepatuhan berlalu lintas, razia juga sengaja digelar demi mencegah aksi balap liar yang biasa dilakukan komunitas motor di sekitaran Istana dan Monas,” kata Sri Ngamini dilansir dari laman NTMC Polri, Senin (8/3).

Meski sadar jika kendaraan yang mereka gunakan menyalahi aturan, papar Sri Ngamini, namun sejumlah pelanggar mengaku tak mengetahui adanya razia di jalur yang mereka lalui.

Seluruh kendaraan yang terjaring razia langsung dibawa ke kantor Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat yang berada di Lapangan Banteng untuk diproses lebih lanjut.

Sebelumnya, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan pembatasan dan penutupan terhadap kendaraan yang berknalpot bising maupun berkonvoi melintas di sekitar jalan Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat.

“Kita lakukan filter (pembatasan) dan penutupan. Kalau ada yg knalpot bising dan konvoi kita cegah masuk kawasan (Monas),” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi , Sabtu (6/3).

Sambodo menjelaskan pembatasan dan penutupan arus lalu lintas tersebut dilakukan, agar memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang hendak berolahraga maupun bersepeda.

“Untuk memberikan kenyamanan pada orang yang sedang berolahraga, bersepeda. Agar tidak terganggu polusi suara, orang yang kebut-kebutan dan balap liar,” terangnya.

Nantinya, dia mengatakan pembatasan dan penutupan arus lalu lintas tersebut akan digelar setiap Sabtu mulai pukul 06.00 WIB-10.00 WIB dan Minggu sejak pukul 00.00 WIB-10.00 WIB.

Berikut rekayasa arus lalu lintas di sekitar Monumen Nasional yang akan dilakukan pembatasan dan penutupan:

1. Arus lalu lintas dari jalan Hayam Wuruk dibelokan ke kiri ke jalan Juanda (Kecuali Transjakarta).

2. Jalam Veteran di tutup total.

3. Ambom 9 (depan pertamina) mengarah ke jalan Medan Merdeka dilakukan selektif prioritas.

4. Bundaran Patung Kuda ke arah jalan Medan Merdeka Barat dilakukan selektif prioritas. [bal]

Next Post

Mengapa Kinerja Suzuki Terbaik di Industri Otomotif Indonesia Kala Pandemi?

Dalam perjalanan industri otomotif Indonesia di tahun pandemi lalu, sebenarnya Suzuki Indonesia memiliki kinerja terbaik dibandingkan penguasa pasar Toyota, Daihatsu, dan Honda. Ukurannya adalah volume produksinya. Di tahun lalu, berdasarkan data Gaikindo, di kelompok 'lima besar', Suzuki Indonesia mencatat penurunan produksi terkecil, yakni hanya 26 persen menjadi 82.689 unit. Di […]