200 Pengelola Warkop di Pontianak Ditindak Karena Langgar Protokol Kesehatan

Irene

200 Pengelola Warkop di Pontianak Ditindak Karena Langgar Protokol Kesehatan

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak Syarifah Adriana menyatakan ada 200 pengelola warung kopi yang ditindak karena melanggar protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

“Kalau untuk jumlah pelanggaran, baik perorangan maupun tempat usaha warung kopi, tercatat sebanyak 580 kasus yang ditindak, sebanyak 200 di antaranya pelaku usaha warung kopi,” kata Syarifah di Pontianak, Kalimantan Barat dilansir Antara, Minggu (22/11).

Dia menjelaskan, perorangan yang melanggar protokol kesehatan dikenai sanksi sosial atau denda Rp200 ribu dan pelaku usaha yang melakukan pelanggaran didenda sampai Rp1 juta. Dana yang terkumpul dari denda para pelanggar protokol kesehatan di Kota Pontianak mencapai total Rp146 juta.

“Kami berharap masyarakat dan pelaku usaha tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, jaga jarak, dan selalu mencuci tangan menggunakan sabun,” kata Syarifah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu mengatakan bahwa penurunan kasus penularan COVID-19 di Kota Pontianak belum bermakna.

“Penurunan kasus belum banyak, oleh sebab itu kami menduga transmisi virus di lapangan masih banyak,” katanya.

Sidiq mengatakan bahwa beberapa pemeriksaan menunjukkan adanya kasus penularan Covid-19 di antara orang-orang yang berada dalam kerumunan karena itu dia meminta warga meningkatkan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, termasuk menghindari kerumunan. [ray]

Next Post

Cegah Penyebaran, Satgas Minta Kerelaan Masyarakat untuk Tes Covid-19

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan dibutuhkan kerelaan hati dari masyarakat untuk melakukan tes terkait virus guna mencegah penyebaran semakin meluas. Khususnya, bagi masyarakat yang pernah mengikuti kerumunan, termasuk selama liburan panjang dan demo Omnibus Law RUU Cipta Kerja. “Tes swab (Covid-19) di Puskesmas, tidak dipungut biaya,” tegas Doni […]