10 Bulan Razia, Polres Jayawijaya Kembalikan 184 Motor Curian ke Pemiliknya

Irene

10 Bulan Razia, Polres Jayawijaya Kembalikan 184 Motor Curian ke Pemiliknya

Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen telah mengembalikan empat motor hasil curian kepada para pemiliknya. Pengembalian motor tersebut dilakukan di halaman Polres Jayawijaya pada Sabtu (10/10) kemarin.

Dominggus mengatakan, motor hasil curian itu diamankan saat razia oleh Satuan Lalu Lintas dan Unit Opsnal Sat Reskrim.

“Polres Jayawijaya mengembalikan 4 buah motor, dua motor diantaranya hasil curian di tahun 2018 kemudian dua motor lainnya hasil curian di tahun 2020 dan salah satunya hasil begal seminggu yang lalu tapi ini bisa kembalikan,” kata Dominggus dalam keterangannya, Senin (12/10).

Dia menyebut, angka pencurian kendaraan roda disertai dengan jambret masih kerap terjadi di wilayah hukumnya. Tercatat, sepanjang Januari hingga Oktober 2020, sudah mengembalikan 184 motor curian kepada pemiliknya.

“Di akhir tahun ini tidak menutup kemungkinan kerawanan terhadap pencurian kendaraan roda dua dan jambret akan meningkat,” sebutnya.

Oleh karena itu, pihaknya gencar melakukan razia. Hal ini dilakukan untuk menekan angka kejahatan yang terjadi di Jayawajaya tersebut.

“Kita memprediksi adanya ancaman gangguan Kamtibmas, baik yang berskala kecil maupun besar akan muncul dengan berbagai kebutuhan kehidupan,” ujarnya.

Selain itu, dia mengimbau kepada masyarakat agar memarkirkan kendaraannya di tempat yang aman serta untuk tidak menaruh barang berharga di motor.

“Dalam bepergian terutama ibu-ibu jangan menggantung barang berharga dimotor karena mungkin akan menjadi sasaran pencurian, kemudian untuk para tukang ojek diwaspadai orang menumpang pada tempat tertentu, tukang ojeknya ditodong dan motornya dibawa sehingga selektif betul mengenali siapa yang mereka antar dan kemana mereka antar,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, salah satu pemilik kendaraan Ripan Pungmakaman mengaku, motor miliknya itu diambil saat sedang membawa seorang penumpang. Karena, dirinya bekerja sebagai tukang ojek.

“Dirinya menerima penumpang dari pertigaan Hom-hom dan membawa ke Dolog. Kemudian di perjalanan pelaku menyuruh dirinya berhenti dan mengambil kunci motor, kemudian pelaku mengancam menggunakan parang dan berusaha memotong tangan namun dirinya berhasil menghindar dan melarikan diri,” jelasnya.

Dia berterima kasih kepada Polres Jayawijaya atas bantuannya. “Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Polres Jayawijaya, karena telah membantu saya dalam pencarian motor ini,” pungkas Ripan. [ray]

Next Post

Wali Kota Tangerang Surati Presiden Jokowi Minta Penangguhan Pemberlakuan Omnibus Law

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah menyampaikan surat aspirasi pekerja dan buruh di Kota Tangerang, kepada Presiden Joko Widodo. Dalam surat bernomor 560/2278-Disnaker, Arief meminta Presiden melalui Menteri Dalam Negeri mempertimbangkan dan menangguhkan diberlakukannya Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. “Disampaikan dengan hormat, bahwa dengan telah disahkannya Undang-Undang Omnibus Law/Cipta Kerja […]