Wisata ke Pantai, Waspada Palung dan Gelombang Tinggi

Farah

Area palung biasanya terlihat landai. Turis yang hendak liburan di pantai dan tak terlalu lihai berenang sebaiknya waspada dengan area ini.

Jakarta, Indonesia —

Indonesia sedang memasuki musim hujan yang ditandai dengan langit mendung, angin kencang, dan ombak tinggi.

Bagi turis yang berencana wisata ke kawasan pesisir menjelang pergantian tahun, ada hal lain yang perlu dipatuhi selain protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yakni kewaspadaan saat wisata bahari.

Tim Pencarian dan Pertolongan atau SAR Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengimbau para pengunjung pantai tidak bermain air terlalu ke tengah agar tidak terseret gelombang tinggi yang melanda perairan selatan tersebut.

Pilihan Redaksi
  • Tips Menyelamatkan Diri dari Arus Tarik di Pantai
  • Tips Aman Berenang di Laut
  • Waspada Jika Tempat Wisata Tak Punya Jalur Evakuasi Tsunami

“Kami selalu mengimbau pengunjung pantai agar selalu melihat kondisi gelombang tinggi dengan tidak bermain air terlalu ke tengah,” kata anggota SAR Satlinmas Wilayah 3 Pantai Parangtritis Bantul Dwi Purwanto di Posko SAR Parangtritis, seperti yang dikutip dari ANTARA pada Selasa (3/11).

Menurut dia, gelombang tinggi – khususnya di Pantai Parangtritis, beberapa hari belakang ini tergolong tinggi.

Kemudian di sana juga terdapat beberapa palung laut yang berbahaya apabila wisatawan tidak menyadari keberadaannya.

“Pengunjung yang bermain air laut agar selalu menjauhi arah palung yang biasanya terlihat lebih landai, karena biasanya pengunjung tidak sadar menuju ke arah palung, jadi sangat membahayakan bagi pengunjung di objek wisata Pantai Parangtritis ini,” katanya.

Berenang di pantai sangat berbeda dengan berenang di kolam renang. Bagi turis yang tak punya pengalaman berenang di perairan lepas, sebaiknya memilih pantai dengan penjaga dan berenanglah di area yang terjangkau darinya.

Jangan nekat berenang sendirian, apalagi di pantai yang sepi pengunjung.

Tingginya gulungan ombak di lautan bakal berbeda setiap jam dan setiap hari.

Berenanglah saat matahari bersinar cerah dan hindari berenang saat matahari mulai terbenam, saat langit mendung, atau sehabis hujan – keterbatasan cahaya membuat jarak pandang di dalam air semakin sempit.

Ketahui juga dasar laut yang bakal direnangi. Kalau airnya dingin atau lantainya berkarang, gunakan baju selam dan sepatu khusus, sehingga pergerakan badan menjadi lebih nyaman.

Bagi yang kurang lihai berenang, jangan malu untuk mengenakan pelampung.

Tapi hindari menggunakan ban renang berbentuk imut yang banyak menjadi aksesori berfoto, karena angin bisa saja bertiup kencang dan ban tersebut tak mampu menahan ombak.

(ard)

[Gambas:Video ]


Next Post

Kemenag Larang Orang dengan Penyakit Bawaan Pergi Umrah

Jakarta, Indonesia — Kementerian Agama RI (Kemenag) melarang orang dengan riwayat penyakit penyerta atau bawaan (komorbid) menjalankan ibadah umrah ke tanah Suci, Mekkah, Arab Saudi, di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Persyaratan itu tertuang pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 719 tentang Pedoman Perjalanan Ibadah Umrah pada Masa Pandemi Corona Virus Disease […]