Wisata di Taman Nasional Thailand Dapat Suvenir Sampah

Farah

Pemerintah Thailand mengirimkan sampah kepada pengunjung Taman Nasional Khao Yai sebagai peringatan bahaya buang sampah sembarangan.

Jakarta, Indonesia —

Pemerintah Thailand memiliki cara unik dalam memberikan peringatan kepada orang yang membuang sampah sembarangan di Taman Nasional Khao Yai.

Mereka mengirimkan sampah-sampah yang dibuang sembarangan itu ke alamat orang yang berkemah di kawasan situs Warisan Dunia UNESCO tersebut.

Sampah mulai dari botol minuman plastik, kantong keripik benar-benar dikirimkan bersama surat catatan berbunyi: “Kamu melupakan barang bawaan di Taman Nasional Khao Yai.”

Pilihan Redaksi
  • Pesta di Yacht, Cara Crazy Rich Bangkok ‘Lupakan’ Pandemi
  • Siap Buka Oktober, Thailand Giring Turis Karantina di Phuket
  • David Beckham dan Gambaran Surga Neraka di Kuil-kuil Thailand

Hal itu diungkap Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan Thailand, Varawut Silpa-archa, melalui unggahan di Facebook pada 14 September.

Unggahan itu bertujuan mengingatkan banyak orang untuk selalu membawa pulang atau membuang sampah di tempatnya. Jika tidak, hewan-hewan mulai keluar mencari makanan.

Sehingga, pemerintah mengambil langkah akan memasukkan sampah-sampah yang ditinggalkan dalam kotak dan mengembalikannya ke rumah orang yang berkemah sebagai souvenir.

“Sampah yang ditinggalkan turis di taman sudah dikemas dalam kotak. Sudah siap dikembalikan ke pemilik sampah. Sekali lagi, membuang sampah di taman adalah kejahatan,” tulis Menteri Varawut keesokan harinya.

Alamat rumah mudah didapatkan melalui formulir yang diisi di awal ketika turis hendak menyewa peralatan berkemah.

Ia juga menuliskan peraturan terkait perusakan sumber daya alam dan lingkungan bisa dihukum hingga lima tahun penjara dengan denda hingga 500 ribu Baht atau sekitar Rp235 juta.

Langkah tersebut diapresiasi Direktur Otoritas Pariwisata Thailand, Charinya Kiatlapnachai.

Menurutnya, cara tersebut merupakan komitmen mereka menjaga keindahan serta kesejahteraan sumber daya alam di Thailand.

“Taman nasional dan satwa liar di Thailand memerlukan waktu untuk pulih akibat pembuangan sampah sembarangan enam bulan terakhir. Sikap Taman Nasional Khao Yai dan Menteri SDA dan Lingkungan Thailan memiliki niat terbaik untuk memastikan semua membantu negara tetap bersih, aman, dan indah,” tulis Charinya Kiatlapnachai seperti dilansir The Washington Post.

Taman Nasional Khao Yai telah kembali dibuka untuk pengunjung pada 1 Juli setelah ditutup beberapa bulan akibat pandemi Covid-19. Sejumlah wisatawan hadir dengan menggunakan sistem reservasi.

Selain pemeriksaan suhu dan persyaratan masker wajah, batas kecepatan melintasi Taman Nasional juga diturunkan karena meningkatnya jumlah hewan yang berkeliaran.

(chr/ard)

[Gambas:Video ]

Next Post

Panglima TNI Perintahkan Prajurit 3 Matra Amankan Pilkada

Jakarta, Indonesia — Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto perintahkan seluruh jajarannya baik dari matra Angkatan Darat, Angkatan Laut, maupun Angkatan Udara guna membantu Pemerintah Daerah, KPU dan Bawaslu berkaitan dengan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 yang digelar di tengah pandemi Covid-19. Dia meminta seluruh jajaran TNI membantu mengamankan gelaran Pilkada demi […]