Waspada Situs Penipuan Kedok Ulang Tahun Telkomsel Ke-60

Farah

Jakarta, Indonesia —

Telkomsel membantah telah menyediakan hadiah 1.000 jam tangan pintar dalam rangka perayaan ulang tahun ke-60. Telkomsel menyatakan hal itu merupakan tindakan penipuan.

Vice President Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin mengatakan Telkomsel tidak menyelenggarakan program tersebut sehingga dia mengimbau pelanggan untuk tidak klik atau mengakses tautan (link) yang beredar serta tidak membagikannya.

“Telkomsel bukan pihak yang menyelenggarakan program tersebut,” ujar Denny dalam keterangan tertulis kepada indonesia.com, Minggu (4/4).




Denny menuturkan seluruh program yang resmi dan sah dijalankan Telkomsel seperti promo, penawaran khusus, hingga undian berhadiah dapat dilihat di berbagai saluran resmi milik Telkomsel, seperti akun resmi di media sosial dan situs telkomsel.com.

Denny juga mengimbau masyarakat selalu waspada dan berhati-hati terhadap SMS atau tautan (link) mengarah ke situs penipuan berhadiah yang mengatasnamakan Telkomsel.

Telkomsel, kata dia, juga meminta masyarakat agar selalu menjaga kerahasiaan data pribadinya, seperti nomor telepon, email, alamat, dan lain sebagainya, serta tidak membagikannya ke pihak yang tidak dapat dipastikan legitimasinya.

Lihat juga:

Sinyal Volkswagen Ganti Nama Jadi Voltswagen

Pada sisi lain Telkomsel mengaku belum dapat memastikan berapa banyak orang yang tertipu dengan hadiah palsu itu. Namun, Telkomsel berharap tidak ada yang menjadi korban.

Sebelumnya, sebuah tautan terkait perayaan ulang tahun ke-60 Telkomsel beredar di WhatsApp. Terdapat tawaran hadiah berupa 1.000 jam tangan pintar ketika membuka tautan tersebut.

Untuk mendapatkan hadiah itu, pelanggan diminta untuk membuka gift box yang benar. Ada tiga kali kesempatan untuk mendapatkan hadiah itu.

(jnp/fea)

[Gambas:Video ]


Next Post

Perempuan Setengah Abad Mengejar Pendidikan

Ketika masih anak-anak, Shade Ajayi menghabiskan waktunya bekerja di toko sang bibi. Dia tidak bersekolah. Shade Ajayi tidak pernah menginjakkan kaki di ruang kelas sampai berusia paruh baya. Kini Ajayi menjalankan bisnisnya sendiri. Membuat dan menjual dompet dan tas. Namun, ketidakmampuannya membaca dan menulis, menjadi penghalang terbesar untuk mengembangkan diri. […]