Waspada Gigi Retak Karena Stres di Masa Pandemi Covid-19

Farah

Selama pandemi Covid-19 kasus gigi retak meningkat dua kali lipat dibanding sebelum berjangkitnya wabah, per harinya kini setidaknya ada dua hingga lima kasus.

Jakarta, Indonesia —

Stres karena pandemi Covid-19 berpotensi membuat gigi retak. Studi kasus terbaru mendapati gigi retak meningkat selama masa pandemi virus corona.

Gigi retak merupakan kondisi gigi yang rusak dan jika dibiarkan dapat menyebabkan gigi patah. Kondisi ini ditandai dengan munculnya sejumlah gejala. Salah satunya nyeri gigi.

Klinik gigi dan mulut di San Diego, Amerika Serikat menemukan adanya peningkatan jumlah gigi retak dalam enam bulan terakhir.

Sebelum wabah, setidaknya terdapat satu atau dua kasus gigi retak per hari di antara sekian banyak masalah gigi yang dialami orang-orang yang berobat.

Namun selama pandemi, kasus gigi retak melonjak dua kali lipat menjadi dua hingga lima kasus setiap hari, di antara sedikit orang yang berobat ke dokter gigi. Peningkatan serupa terjadi di klinik gigi dan mulut di Lowa Timur.

Menurut spesialis bedah gigi dan mulut Paul Koshgerian, gigi retak berhubungan dengan tingkat stres yang meningkat selama pandemi Covid-19.

“Kecemasan yang muncul membuat orang banyak memainkan gigi mereka,” terang Koshgerian dikutip dari .

Foto: Indonesia/Fajrian
Insert Infografis 8 Hal Yang Bisa Merusak Gigi

Stres membuat orang tanpa sengaja banyak mengatupkan, menggetarkan, dan menggemeretakkan gigi mereka. Kebiasaan ini bahkan kerap dilakukan tanpa sadar, misalnya ketika tidur.

Salah satu tanda menggetarkan gigi saat tidur adalah sisi wajah yang terasa sakit saat bangun tidur. Kebiasaan menggetarkan gigi ini sangat berisiko membuat gigi rusak, retak, dan bahkan patah.

Gejala gigi retak yang timbul meliputi nyeri saat gigi disatukan atau disikat, pembengkakan karena infeksi, nyeri berkepanjangan, dan berbunyi saat mengunyah.

Lihat juga:

7 Makanan yang Mengandung Kalsium Selain Susu

Segera periksakan ke dokter saat mengalami gejala gigi retak. Kondisi ini harus segera diatasi agar tak semakin parah. Dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan, menegakkan diagnosis, dan memberikan perawatan yang tepat.

Selain itu, tinggalkan pula kebiasaan untuk menggetarkan gigi. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengelola stres melalui aktivitas yang menenangkan dan menyenangkan seperti olahraga, meditasi, dan pijat.

(ptj/NMA)

[Gambas:Video ]

Next Post

Jokowi Minta Masyarakat Tak Remehkan Covid-19

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta pada masyarakat tidak meremehkan pandemi Covid-19. Walaupun begitu, dia meminta agar seluruh masyarakat tetapi semangat dan tidak menyerah. “Wabah ini jangan diremehkan ini realita jangan buat kita pesimistis,” ungkap Jokowi dalam siaran Youtube yang diunggah Sabtu (4/10). Dia mengatakan Covid-19 adalah masalah baru. Seluruh […]