Warga DKI Bisa Lapor Pelanggaran PSBB via Aplikasi JAKI

Farah

Pemprov DKI mengembangkan aplikasi JAKI yang salah satu fiturnya adalah membantu warga menyampaikan laporan pelanggaran PSBB di wilayah.

Jakarta, Indonesia —

Pemprov DKI Jakarta mengembangkan aplikasi Jakarta Kini (JAKI) yang memiliki beragam fitur untuk membuat hidup banyak orang, bukan hanya warga berdomisili DKI Jakarta, tapi juga daerah penyangga. Aplikasi ini bisa membuat masyarakat lebih mudah dalam mendapatkan informasi, terutama di tengah pandemi seperti sekarang.

Kepala BLUD Jakarta Smart City, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Yudhistira Nugraha, mengatakan JAKI adalah aplikasi super dengan sejumlah layanan unggulan, salah satunya menyampaikan berbagai permasalahan. 

“Berkaitan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kami menghadirkan fitur JakLapor. Sistem pelaporan dalam fitur ini berbasis geo-tagging dan terintegrasi dengan Cepat Respon Masyarakat (CRM), sehingga pengguna dapat menyampaikan berbagai permasalahan mengenai pelanggaran PSBB di Jakarta untuk dapat ditindaklanjuti segera oleh instansi terkait. Warga yang terdaftar pada aplikasi JAKI juga dapat memantau setiap laporan, lengkap dengan OPD yang menindaklanjuti laporan tersebut,” kata Yudhistira.

Yudhistira mengatakan bahwa pelaporan dalam fitur JakLapor akan terjaga kerahasiaannya.

Hal ini terutama karena masih ada sejumlah karyawan yang merasa ragu untuk melaporkan pelanggaran PSBB yang terjadi di wilayah perkantoran, sebab takut laporannya diketahui oleh pimpinan atau manajer. Oleh karena itu, fitur JakLapor di JAKI menjunjung tinggi privasi pelapor.

“JakLapor juga menyediakan fitur sembunyikan laporan. Jika pelapor memilih untuk menyembunyikan laporannya, maka laporan tidak akan tampil ke muka publik termasuk di fitur JakRespons. Pelapor dapat melihat progres tindak lanjut atas laporannya melalui profil masing-masing,” katanya.

Hingga akhir Oktober, JAKI telah menerima sebanyak 2.206 laporan berkaitan dengan pelanggaran PSBB. Dari jumlah tersebut, 94,9% atau 2.094 laporan telah berhasil ditindaklanjuti dan diselesaikan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Lebih lanjut, Yudhistira menjelaskan, adapula fitur Jejaki yang menjadi jalan pintas menuju portal resmi corona.jakarta.go.id untuk memudahkan warga melihat pusat informasi dan data kasus COVID-19 Jakarta tanpa harus keluar dari aplikasi JAKI.

“Fitur Jejaki juga dilengkapi sejumlah layanan, seperti kita bisa mengetahui status zonasi COVID-19 di sekitar kita dan tes mandiri risiko COVID-19,” katanya.

Pada masa pandemi, Pemprov DKI Jakarta juga memudahkan warganya untuk mendapatkan akses internet, terutama bagi warga di permukiman padat penduduk, dengan hadirnya program JakWIFI.

“Melalui JAKI, warga bisa mengetahui titik wifi publik gratis yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, seperti pembelajaran jarak jauh dan pengembangan usaha mikro kecil,” imbuh Yudhistira.

Lebih lanjut, Yudhistira turut menyebutkan sejumlah fitur yang sudah disematkan terlebih dahulu pada aplikasi JAKI sebelum masa pandemi, antara lain:

JakWarta

Berita resmi langsung dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Informasi yang disajikan pun dalam teknologi geo-tagging atau penandaan geografis. Artinya, warga akan dapat notifikasi jika berada di sekitar area kejadian berita.

JakPantau

Pengguna JAKI bisa mengakses informasi terkini seputar aliran sungai serta kondisi pintu air di Jakarta. Peta informasi banjir bisa digunakan oleh masyarakat untuk mengetahui titik-titik genangan, lengkap dengan informasi tambahan seperti tingkat ketinggian air.

JakPangan

Tanpa harus datang langsung ke pasar, warga bisa melakukan kalkulasi kebutuhan pangan terlebih dahulu sebelum membeli. Terintegrasi dengan Info Pangan Jakarta dari PD Pasar Jaya, informasi yang tersedia juga selalu diperbarui setiap hari pada pukul 10 pagi.

JakAman

Pengguna JAKI bisa menekan tombol darurat untuk mendapatkan respons pertolongan dengan cepat. Situasi bahaya dapat dilaporkan melalui beragam kategori yang tersedia, seperti kecelakaan, kedaruratan medis, dan kriminal. Fitur ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dengan PT Indonesia Lebih Aman.

JakSekolahmu

Menyajikan materi pembelajaran untuk siswa dari jenjang pendidikan TK hingga SMA. Kelas untuk kalangan umum, orang tua, karyawan, dan mahasiswa juga tersedia dalam fitur yang dikembangkan bersama Sekolah.mu ini.

Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahardiansyah, mengatakan bahwa informasi layanan pada aplikasi JAKI sudah baik. Sebagai Ibu Kota dan kota metropolitan, penggunaan teknologi untuk memberikan layanan kepada masyarakat sudah sewajarnya dilakukan.

“Sekarang kan era digital, pemerintah mau tidak mau harus memanfaatkan itu untuk memberikan layanan kepada masyarakat,” katanya.

Dengan adanya teknologi digital, seharusnya menurut Trubus, layanan pemerintah kepada warganya dapat lebih cepat dan tepat. Tidak ada lagi layanan yang terganggu karena adanya human error.

“Namun, tetap harus dibarengi dengan layanan yang sifatnya manual, karena tidak semua warga di DKI memiliki akses kepada teknologi,” katanya.

[Gambas:Video ]


Next Post

Garuda Rombak Direksi, Eks Bos Peruri Jadi Direktur Keuangan

Jakarta, Indonesia — Pemegang saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk merombak jajaran direksi pada Jumat (20/11). Perombakan dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menuturkan pemegang saham sepakat untuk mengganti Direktur Keuangan perseroan kepada mantan Direktur Utama Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) Prasetio. […]