Wajah Memelas Kapten Bilbao Saat Sociedad Juara Copa del Rey

Farah

Jakarta, Indonesia —

Kapten Athletic Bilbao Iker Muniain jadi sorotan setelah tampak memelas, lalu bertepuk tangan saat skuad Real Sociedad merayakan gelar juara Copa del Rey 2019/2020 di Stadion Olimpico Sevilla, Minggu (4/4) dini hari WIB.

Sociedad juara Copa del Rey 2020 usai mengalahkan Bilbao 1-0 lewat gol semata wayang Mikel Oyarzabal dari titik penalti pada menit ke-63.

Pilihan Redaksi
  • Messi Ajukan 3 Syarat untuk Bertahan di Barcelona
  • Respons PBSI soal Rangkap Jabatan Kapolri Listyo Sigit
  • Hasil Kualifikasi MotoGP Doha: Jorge Martin Raih Pole

Final Copa del Rey itu merupakan pertandingan yang tertunda pada musim lalu akibat pandemi Covid-19.

Gelar juara tersebut jadi yang pertama bagi Sociedad setelah 33 tahun. Terakhir kali Sociedad meraih trofi di kompetisi utama pada musim 1986/1987 ketika menjuarai Copa del Rey.

Momen menarik terjadi ketika para pemain Socedad mengangkat trofi Copa del Rey di podium. Kapten Bilbao, Muniain terlihat terpaku menyaksikan tim asuhan Imanol Alguacil bereuforia.

Meski demikian, Muniain juga menunjukkan rasa hormatnya kepada tim juara dengan bertepuk tangan layaknya memberikan selamat kepada Sociedad.

Persitiwa itu dibagikan jurnalis ESPN Fernando Palomo dalam unggahannya di media sosial Twitter.

[Gambas:Twitter]

Muniain sendiri terakhir meraih trofi bersama Bilbao pada musim ini ketika juara Piala Super Spanyol, setelah mengalahkan Barcelona 3-2.

[Gambas:Video ]

Gelandang 28 tahun bisa menambah koleksi trofinya bersama Bilbao saat melakoni laga final Copa del Rey 2020/2021 melawan Barcelona, Sabtu (17/4).

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Barcelona ke final Copa del Rey usai mengalahkan Sevilla dengan agregat 3-2, kemenangan serupa dimiliki Bilbao atas Levante di semifinal.

(sry)


Next Post

Total Tetap Beroperasi di Tengah Kisruh Politik Myanmar

Jakarta, Indonesia — Perusahaan minyak dan gas asal Prancis, Total, menyatakan tidak akan berhenti memproduksi gas di Yadana, Myanmar. Total mengatakan junta militer Myanmar tidak mengganggu produksi gas di sana. Total diketahui mendapat tekanan dari kelompok hak asasi manusia dan pemerintah sipil Myanmar untuk meninjau operasinya. Mereka menilai Total mendanai negara yang […]