Wagub DKI Klaim Tak Ada Masalah TPU untuk Kasus Corona

Farah

Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria memastikan ketersediaan fasilitas RS hingga pemakaman umum imbas TPU Pondok Ranggon yang penuh.

Jakarta, Indonesia —

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan ketersediaan Tempat Pemakaman Umum (TPU), rumah sakit, dan layanan kesehatan lainnya terkait kasus Covid-19.

Hal tersebut diungkap merespons kapasitas TPU Pondok Ranggon sebagai area pemakaman khusus kasus Covid-19 yang mulai penuh. Kini, pemakaman bagi pasien Corona bisa dilakukan di luar TPU khusus.

“Sekarang juga sedang dalam proses pengadaan pemakaman terkait Covid, termasuk pemakaman umum. Insyaallah tidak ada masalah terkait pemakaman Covid, semuanya kami antisipasi,” kata Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (28/12).

Ia mengakui jumlah jenazah yang menjadi korban Covid-19 terus bertambah setiap harinya. Namun, Riza menegaskan, Dinas Kehutanan DKI Jakarta telah mengantisipasi peningkatan jumlah tersebut.

Untuk itu, ia memastikan kapasitas pemakaman untuk pasien Covid-19 akan tersedia. Begitu juga dengan kebutuhan obat, alat pelindung diri (APD), tenaga kesehatan, ruang isolasi, sampai rumah sakit.

Riza mengatakan saat ini DKI telah memiliki 40 ribu tenaga kesehatan yang dikerahkan untuk menangani pasien corona. Ia pun telah mengajukan penambahan 2.767 tenaga kesehatan ke Kementerian Kesehatan sebagai bala bantuan.

“Ke depan, jumlah rumah sakit, laboratorium, tenaga kesehatan, tempat isolasi, tempat tidur dan sebagainya akan kami pastikan tersedia, sesuai dengan kebutuhan yang ada,” tuturnya.

Lihat juga:

Makam Covid DKI Penuh, Pemakaman Kini Bisa di Luar TPU Khusus

Politikus Partai Gerindra itu mengakui ada peningkatan jumlah kasus harian di DKI. Menurutnya, hal itu terjadi karena pelaporan data hasil pemeriksaan masih kerap terlambat.

Ia menjelaskan, pelaporan hasil pemeriksaan diterima dari berbagai rumah sakit dan tak jarang baru melaporkan hasil pemeriksaan 2-3 hari sekali sehingga kasus menumpuk.

Selain itu, kata dia, tingginya kasus juga disinyalir terjadi karena kapasitas pemeriksaan di DKI yang terus ditingkatkan. Ia menyebut standar pemeriksaan telah mencapai 11-12 ribu orang per pekan.

“Harus dilihat sejauh mana kami bisa menangani ini. Faktanya, angka kesembuhan terus meningkat, 91-92 persen dan angka kematian terus turun, 1,8-1,7 persen,” tambah dia.

Lihat juga:

Krisis Lahan Makam Covid-19 Jakarta Berujung Kubur Tumpang

Mengutip situs corona.jakarta.go.id, saat ini kasus harian di DKI berkisar di atas 1.000. Total kasus yang masih aktif hingga hari ini mencapai 14.500 kasus.

Sementara akumulasi kasus positif mencapai 177.604 orang, dengan 3.226 kasus meninggal dan 159.878 kasus sudah dinyatakan sembuh.

Tingkat kesembuhan di DKI mencapai 90 persen, lebih tinggi 8 persen dari nasional. Dan tingkat kematian mencapai 1,8 persen, lebih rendah dari nasional di angka 3 persen.

Namun jika dilihat dari pergerakan kasus positif harian di DKI, jumlahnya masih fluktuatif dan terus meningkat dibanding bulan-bulan sebelumnya. Sementara kasus meninggal harian masih fluktuatif di kisaran angka 10-30 orang per hari.

(fey/psp)

[Gambas:Video ]


Next Post

Pendapatan Jadi Kendala Utama Masyarakat Tak Bisa Beli Rumah

Jakarta, Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kendala utama masyarakat dalam membeli rumah sejatinya bukan karena tingkat suku bunga kredit bank yang tinggi. Namun, ada juga kendala pendapatan rendah, daya beli dan permintaan, dan lainnya. “Lebih kepada daya beli. Suku bunga penting, tapi sebenarnya bukan menjadi kendala utama masyarakat. […]