Breaking News in Indonesia

Vaksin Oxford-AstraZeneca Diuji Klinis pada Anak

Vaksin Covid-19 Oxford-AstraZeneca akan diuji klinis pada anak-anak.

Jakarta, Indonesia —

Vaksin Covid-19 Oxford-AstraZeneca akan diuji klinis kepada anak di Inggris pada bulan ini.

Uji klinis akan melibatkan 300 relawan dengan rentang usia 6 hingga 17 tahun. Vaksin dengan nama resmi ChAdOx1 nCoV-19 itu akan disuntik kepada relawan, untuk mengetahui kekebalan pada anak.

Uji coba vaksin pertama akan dilakukan dengan rincian, 240 orang disuntik vaksin dan sisanya disuntik vaksin meningitis kontrol yang telah terbukti aman bagi anak-anak.




Pada uji klinis sebelumnya, pengetesan tidak memasukkan relawan anak-anak kurang dari 12 tahun. Namun, anak-anak diperkirakan tidak akan mendapat vaksinasi ini hingga 2022.

“Kami ingin memastikan vaksin aman dan bisa ditoleransi anak-anak,” jelas Richard Malley, seorang dokter senior di Divisi Penyakit Menular di Rumah Sakit Anak Boston, AS.

Malley mengatakan meskipun pengembangan vaksin virus Covid-19 berlangsung dengan cepat dan belum teruji sepenuhnya, uji klinis pada anak-anak akan mengikuti pola standar dari semua pengujian vaksin.

“Dalam studi vaksin, biasanya dimulai dengan orang dewasa yang sehat dan perlahan-lahan pindah ke kategori usia yang berbeda, untuk memastikan aman untuk orang dewasa lainnya,” ujarnya seperti dikutip Washington Post

Royal College of Paediatrics and Child Health sempat menyebut Covid-19 jarang menyebabkan kematian dan penyakit parah pada anak-anak.

“Pada anak-anak, sekarang jelas bahwa Covid-19 dengan beban morbiditas dan mortalitas jauh lebih rendah dibandingkan pada orang tua,” jelas badan keanggotaan untuk dokter anak di Inggris dan dunia itu.

Lihat juga:

Vaksin AstraZeneca Cuma Ampuh 10 Persen Lawan Varian Afsel

Lebih lanjut, bukti lain menunjukan bahwa anak-anak memiliki kemungkinan kecil untuk terinfeksi Covid-19. Namun, hingga kini belum ada bukti jelas anak di bawah umur lebih berisiko menularkan virus Covid-19 dibanding orang dewasa.

Kepala Peneliti Uji Coba Vaksin Oxford Andrew Pollard, mengatakan meskipun sebagian besar anak relatif minim terpapar virus Covid-19, hal ini tidak menjamin anak dari penularan virus Covid-19. Maka dari itu, penting untuk menetapkan keamanan dan kekebalan pada anak dan remaja.

“Uji coba baru ini akan memperluas pemahaman kami tentang pengendalian Sars-CoV2 ke kelompok usia yang lebih muda,” ujarnya seperti dikutip The Guardian

Lihat juga:

Eijkman: Varian Baru Covid-19 Belum Masuk Indonesia

University of Oxford mengatakan ini pertama kali pihaknya melakukan uji klinis pada kelompok usia 6-17 tahun. Uji coba lain telah dimulai tetapi hanya mengukur kemanjuran pada rentan usia 16 dan 17 tahun.

“Pandemi Covid-19 memiliki dampak negatif yang mendalam pada pendidikan, perkembangan sosial dan kesejahteraan emosional anak-anak dan remaja,” ujar dokter anak dan ilmuwan klinis di Oxford Vaccine Group, Rinn Song.

Oleh karena itu, menurutnya penting untuk mengumpulkan data keamanan dan respon kekebalan terhadap vaksin virus Covid-19 pada kelompok 6-17 tahun. Sehingga mereka dapat terlindungi dari paparan virus SARS-CoV-2.

(can/eks)

[Gambas:Video ]