Utang dan Kesenjangan Ekonomi Bakal Picu Konflik di AS

Farah

Miliarder Ray Dalio menilai kesenjangan ekonomi dan utang yang meningkat di AS berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat.

Jakarta, Indonesia —

Ray Dalio, miliarder sekaligus pendiri Bridgewater Associates, perusahaan hedge fund terbesar di dunia, menilai kesenjangan antara si kaya dan miskin di Amerika Serikat (AS) makin lebar di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi virus corona. Termasuk juga, masalah utang yang meningkat.

Kekhawatirannya, kesenjangan ekonomi dan peningkatan utang itu akan memicu konflik di tengah-tengah masyarakat jika pemerintah tidak segera mengambil tindakan.

“Harus ada resolusi sistem untuk mengatur sebagian besar orang yang memiliki produktivitas,” kata Dalio, mengutip Business, Minggu (27/12).




“Dan itu bisa diperoleh dengan cara yang cerdas dan bipartisan atau akan datang konflik yang lebih besar,” tambahnya.

Menurut Dalio, pandemi covid-19 telah menunjukkan kesenjangan yang begitu besar di kalangan warga AS. Saat pebisnis di Wall Street berpesta karena harga saham yang melambung, warga biasa justru hidup dalam krisis.

Hal ini sejalan dengan hasil riset dari Universitas Chicago dan Universitas Notre Dame bahwa pandemi covid-19 mengakibatkan jumlah orang miskin di AS bertambah 8 juta orang sejak Juni 2020.

Sementara itu, badan sensus AS menyatakan 27 juta orang dewasa mengatakan “kadang-kadang bahkan sering” kekurangan makanan dan bahan pangan dalam sepekan.

Lihat juga:

BUMN China Gagal Bayar Utang Rp564 Triliun

Menurut Dalio, permasalahan ini semakin parah dengan polarisasi politik pasca-pemilihan presiden AS beberapa waktu lalu. Karenanya, ia mendesak para pemimpin untuk menemukan jalan tengah guna mengatasi masalah kesenjangan supaya tak berlarut-larut.

“Untuk menyatukan negara dan tidak menimbulkan perang saudara harus ada upaya penyatuan tetapi dengan cara yang cerdas,” terang dia.

Meskipun sulit, ia mengusulkan agar para pemilih dan pemimpin untuk berkompromi dengan lawan politik untuk mengatasi permasalahan ini.

Sementara itu, dalam hal penanganan pandemi covid-19, ia menyoroti langkah pemimpin di Washington DC yang telah mengupayakan sejumlah cara untuk menyelamatkan perekonomian warga.

Lihat juga:

Pemerintah Sebut Tanda Pemulihan Ekonomi Sudah Terlihat

Termasuk keputusan Kongres Amerika Serikat (AS) pada Senin malam (21/12) yang menyetujui paket bantuan covid-19 bagi jutaan orang Amerika. Paket bantuan ini menjadi jalur kehidupan bagi ekonomi AS yang dilanda pandemi setelah berbulan-bulan tidak bertindak.

Pandemi Covid-19 yang menghantam AS menyebabkan ratusan ribu orang menjadi korban PHK. Menurut laporan , sedikitnya 885.000 warga AS menganggur di pekan ini.

Sementara itu, akibat PHK massal dari sejumlah perusahaan besar di AS seperti Coca-Cola, Disney (DIS) dan 3M, hampir 13 juta orang atau 9,1%, warga AS tidak mampu membayar sewa atau pembayaran hipotek.

Dalio mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk segera mengatasi masalah ketidaksetaraan dengan berinvestasi di sektor jangka panjang, seperti meningkatkan perawatan kesehatan, infrastruktur dan terutama pendidikan.

Lihat juga:

Jelang Tutup Tahun, Kantong Pajak Baru Terisi 85,65 Persen

“Jika kita tidak memiliki produktivitas dan pekerjaan yang luas, yakni dari program pendidikan dan semacamnya, maka polaritas yang terjadi akan berlanjut dan memburuk, dan saya pikir itu akan menjadi masalah,” kata Dalio.

Sebagai contoh, Dalio menyoroti fakta beberapa siswa tidak memiliki akses ke komputer atau internet berkecepatan tinggi.

Namun, ia juga tidak menampik fakta bahwa berinvestasi dalam pendidikan dan infrastruktur membutuhkan biaya tinggi. Terlebih, kini Amerika Serikat sedang bergulat dengan defisit anggaran yang sangat besar.

Selain itu, ia juga mendukung rencana pemerintah untuk menaikkan pajak orang kaya guna mendorong pendapatan negara yang menjadi sumber dana tambahan untuk jutaan orang yang dipecat selama pandemi covid-19.

[Gambas:Video ]

(nly/bir)


Next Post

Direksi Pertamina Tinjau dan Pastikan Kesiapan Layanan BBM dan LPG di Jalur Puncak

Pada momentum nasional Natal 2020 dan liburan Tahun Baru 2021, Pertamina memastikan layanan SPBU Reguler, Pertashop dan Layanan khusus siap siaga untuk menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG di jalur Wisata Puncak bagi masyarakat yang akan berlibur. Direktur Keuangan Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading Arya Suprihadi, meninjau […]