Tuntutan Buruh soal UU Ciptaker-UMP di Aksi Serentak Senin

Farah

Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan kembali menggelar aksi demonstrasi pada Senin (2/11).

Jakarta, Indonesia —

Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menggelar aksi demonstrasi serentak nasional di 24 provinsi pada Senin (2/11) untuk menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan untuk wilayah Jabodetabek, aksi akan dipusatkan di Istana dan Mahkamah Konstitusi. Titik kumpul di Patung Kuda sekitar pukul 10.30 WIB.

“Tuntutan yang akan disuarakan adalah, batalkan omnibus law UU Cipta Kerja dan menuntut agar upah minimum tahun 2021 (UMP, UMK, UMSP, dan UMSK) tetap naik,” kata Said Iqbal dalam keterangan resmi yang diterima Indonesia.com, Minggu (1/11).

Pada saat bersamaan, KSPSI AGN dan KSPI akan menyerahkan gugatan uji materiil dan uji formil UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi.

“Tetapi bilamana nomor UU Cipta Kerja belum ada pada saat penyerahan berkas gugatan tersebut, maka yang akan dilakukan KSPI dan KSPSI AGN hanya bersifat konsultasi ke MK,” ujarnya.

Said menyatakan meski nomor UU Cipta Kerja belum keluar, aksi 2 November di Istana dan Mahkamah Konstitusi akan tetap dilakukan.

Said menyatakan puluhan ribu buruh akan mengikuti aksi berasal dari berbagai kota seperti Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang Raya, Serang, Cilegon, Karawang, Bekasi, Purwakarta, Subang, Indramayu, Cirebon, Bandung Raya, Cimahi, Cianjur, Sukabumi, Semarang, Kendal, Jepara, Surabaya, Mojokerto, Pasuruan, Sidoarjo, dan Gresik.

Lihat juga:

Buruh Minta Gubenur Cueki Menteri Jokowi soal UMP Tidak Naik

Aksi serentak yang dilakukan KSPI, KSPSI AGN, dan Gekanas akan dilakukan di Yogyakarta, Banda Aceh, Medan, Deli Serdang, Batam, Bintan, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Lampung, Makassar, Gorontalo, Bitung, Kendari, Morowali, Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, Lombok, Ambon, Papua, dan sebagainya.

“Aksi KSPI dan 32 federasi lainnya ini adalah non violance (anti kekerasan), terukur, terarah, dan konstitusional. Aksi ini dilakukan secara damai, tertib, dan menghindari anarkis,” tegas Said.

Setelah aksi 2 November, aksi akan dilanjutkan 9 November 2020 di DPR RI untuk menuntut dilakukannya legislatif review.

Kedua aksi disusul oleh aksi pada 10 November 2020 di kantor Kementerian Ketenagakerjaan untuk menuntut upah minimum 2021 harus tetap naik. Buruh meminta kenaikan upah minimum 2021 sebesar 8 persen di seluruh Indonesia dan menolak tidak adanya kenaikan upah minimum 2021.

“Aksi 9 dan 10 juga membawa dua agenda yang kami sebutkan di atas, dan dilakukan serentak di 24 provinsi,” pungkasnya.

(jnp/mik)

[Gambas:Video ]

Next Post

Mengenal Sakit Maag: Gejala, Obat, dan Cara Mencegahnya

Jakarta, Indonesia — Istilah maag merujuk pada kondisi luka atau iritasi di tukak lambung. Sakit maag biasanya ditandai dengan gejala bervariasi, misalnya nyeri atau panas pada bagian tengah perut. Berdasarkan profil kesehatan di Indonesia pada 2012, kasus penyakit maag cukup tinggi. Maag juga salah satu dari 10 penyakit terbanyak dengan pasien rawat […]