Trump Serang Xi Jinping soal ‘Virus China’ di Sidang Umum PBB

Farah

Presiden Donald Trump menyerang Presiden Xi Jinping dengan menyebut 'virus China' dalam Sidang Umum PBB yang diadakan secara virtual.

Jakarta, Indonesia —

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menghadiri pertemuan virtual Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama dengan pemimpin dunia lainnya. Dalam pidatonya Trump sempat menyerang China terkait pandemi Covid-19.

Ia menyebut virus corona sebagai ‘virus China’ dan mendesak PBB meminta pertanggungjawaban Beijing.

Dia menuduh Beijing “mengizinkan penerbangan meninggalkan China dan menginfeksi dunia” dan “secara virtual mengontrol” Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
 
Klaim itu lantas langsung ditanggapi oleh Direktur Komunikasi WHO, Gabby Ster. Dalam cuitannya, Ster membantah pernyataan Trump yang kerap menyebut jika WHO berada di bawah kendali negara tertentu.

“WHO memiliki 194 Negara Anggota; tidak ada pemerintah yang mengontrol kami,” tulisnya.

Menanggapi tantangan multilateralisme, Trump mengatakan bahwa para pemimpin global seharusnya terlebih dahulu menempatkan negaranya masing-masing.
 
“Selama beberapa dekade, suara yang sama mengusulkan solusi gagal yang sama untuk mengejar ambisi global dengan mengorbankan rakyat mereka sendiri, tapi hanya ketika Anda menjaga warga negara Anda sendiri, Anda akan menemukan dasar yang benar untuk (membangun) kerja sama,” kata Trump.
 
“Sebagai presiden, saya menolak pendekatan yang gagal di masa lalu, dan saya dengan bangga mengutamakan Amerika, sama seperti Anda yang harus mengutamakan negara Anda. Tidak apa-apa. Itulah yang harus Anda lakukan,” lanjutnya.

Lihat juga:

China Klaim Kamp di Xinjiang Berhasil Asah Keterampilan Warga

Sementara itu dalam pidatonya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut krisis kesehatan sebagai “momen kita pada 1945”, merujuk Perang Dunia II. Dia menggambarkan Covid-19 sebagai “virus beracun yang mengguncang dasar demokrasi di banyak negara”.
 
Pernyataan Guterres juga menyinggung tentang meningkatnya kemiskinan global dan retaknya hubungan diplomatik. Dia memperingatkan kebuntuan yang semakin pahit antara China dan AS yang hubungan diplomatiknya bergerak “ke arah yang sangat berbahaya”.

(ans/evn)

[Gambas:Video ]

Next Post

Negara Miskin Desak Penghapusan Utang di Tengah Krisis Corona

Jakarta, Indonesia — Presiden Republik Demokratik Kongo Felix Tshisekedi mengajukan banding soal keringanan utang untuk negara miskin kepada Majelis Umum PBB. Keringanan utang ini diharapkan bisa membantu negara-negara berkembang dan miskin mengatasi pandemi virus corona. “Untuk membantu negara-negara berkembang dan miskin keluar dari krisis dan memperbaiki keadaan setelah covid-19. Upaya masyarakat internasional […]