Trump Lebih Populer dari Biden di Dunia Maya saat Pilpres AS

Farah

Beragam respons dari netizen untuk kedua calon presiden AS Donald Trump dan Joe Biden.

Jakarta, Indonesia —

Warga Amerika Serikat menentukan pilihan dalam Pilpres AS, Selasa (3/11) pukul 06.00 waktu setempat. Pemenang pilpres akan ditentukan berdasarkan electoral college di masing-masing negara bagian untuk menentukan hasil dalam sistem pemenang kontroversial yakni ‘sistem pemenang mengambil semua (winner-takes-all-system)’.

Pelaksanaannya dilakukan setelah popular vote dilakukan. Jumlah pemilih Electoral College tergantung dari luas wilayah negara bagian dan populasinya. Negara bagian California adalah yang terbanyak dengan 55 orang pemilih electoral.

Electoral College terdiri dari 538 pemilih yang terpilih dalam pemilihan umum sebelumnya. Calon presiden yang mendapatkan mayoritas 270 suara dalam tahap ini akan memenangkan pemilu presiden.




Sejauh ini secara nasional, lebih dari 91,6 juta suara telah masuk yang mewakili sekitar 67 persen dari lebih dari 136,5 juta surat suara dalam pemilihan presiden 2016 lalu.

Pilpres AS mendapat perhatian dari warganet. Cuitan soal Trump dan Biden sedang menggema di media sosial Twitter namun topik perbincangan Trump lebih populer dibanding Biden.

Beragam respons dari netizen untuk kedua calon presiden AS itu.

Cuitan lucu dilontarkan akun @soIoucity, ia mengatakan jika Trump kalah dalam pilpres kali ini, Trump bakal membuat akun Twitter-nya menjadi private.

“Trump akan menjadi presiden pertama untuk membuat akun Twitter-ya menjadi privasi jika dia kalah,” cuitnya.

[Gambas:Twitter]

Sementara itu, akun @jayjar1202 mengunggah meme hasil voting sementara yang memperlihatkan Biden menang dari Trump.

[Gambas:Twitter]

Lalu akun @lukewaltham mengatakan bahwa Pilpres AS tahun ini juga penting untuk negara di luar Amerika Serikat.

“Pemilihan ini (Pilpres AS) juga penting bagi orang-orang di luar AS. Ketika Trump menang pada 2016, pandangannya yang bermasalah dan tidak manusiawi mempengaruhi dan menegaskan kelompok sayap kanan di seluruh dunia, termasuk negara saya sendiri, Afrika Selatan,” kata dia.

[Gambas:Twitter]

(din/mik)

[Gambas:Video ]

Tulisan ini merupakan bagian dari kumpulan artikel dalam Fokus: “Pilpres AS 2020”

Next Post

Trump Belum Siapkan Pidato jika Kalah Pilpres AS

Jakarta, Indonesia — Calon Presiden petahana Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengaku belum menyiapkan pidato kekalahan jika gagal memenangkan Pemilihan Presiden 2020 melawan pasangan Joe Biden-Kamala Harris. “(Saya) Belum memikirkan pidato konsesi atau penerimaan (kekalahan),” katanya kepada wartawan ketika berkunjung ke kantor tim kampanyenya di Arlington, dikutip Politico, Rabu (4/11). “Semoga […]