Toyota Beli Divisi Mobil Otonom Lyft Rp7,9 T

Jakarta, Indonesia —

Toyota semakin serius mengembangkan mobil-mobil otonom (self-driving) atau bergerak tanpa bantuan manusia. Keseriusan perusahaan otomotif asal Jepang itu dengan membeli divisi mobil otonom Lyft seharga US$550 juta atau setara Rp7,9 triliun (US$1 = Rp14,494).

Dikabarkan SCMP, Toyota akan memberikan uang tunai sebesar US$200 juta, dan sisa uang sebesar US$350 juta, akan dibayarkan ke Lyft secara bertahap selama lima tahun ke depan.

Lyft dikabarkan telah setuju untuk menjual divisi self-driving ke anak perusahaan Toyota Motor Corp. Sebaliknya Toyota juga telah setuju untuk menggunakan data dan platform armada Lyft untuk layanan komersial apa pun.




Kesepakatan itu, yang diharapkan akan berakhir pada kuartal III 2021, mengakhiri perjalanan empat tahun Lyft untuk mengembangkan teknologi self-driving sendiri.

Dengan begitu, kerjasama Uber dan Lyft berakhir dalam pengembangan mobil otonom beberapa tahun terakhir yang disebut mengucurkan dana cukup besar.

Dari sisi teknologi, Lyft telah meluncurkan level 5 mobil otonom pada 2017 yang diklaim paling canggih untuk saat ini. Level 5 merupakan sistem terbaru untuk mobil otonom, singkatnya mobil mampu bergerak sendiri tanpa bantuan manusia melainkan cuma mengandalkan sistem yang saling terhubung.

Untuk bisa melakukan itu mobil dilengkapi sejumlah sensor dan LIDAR sebagai mata ketiga dalam perjalanan.

“Pembelian ini diharapkan bisa menciptakan inovasi terbaru di industri otomotif. Kami yakin bahwa kami dapat mencapai profitabilitas pada kuartal ketiga tahun ini,” kata salah satu pendiri dan Presiden Lyft John Zimmer.

Lihat juga:

Toyota Ajak Kompetitor Garap Bisnis Transportasi Otonom

Dilansir The Verge, Toyota telah mengembangkan perangkat lunak mobil otonom yang disebut “Chauffeur”, yang ironisnya juga merupakan nama kode untuk proyek self-driving Google di bawah arahan Chris Urmson, yang saat ini menjadi CEO Aurora.

Toyota memiliki produk kedua yang disebut “Guardian,” yang pada dasarnya adalah sistem bantuan pengemudi yang mirip dengan Autopilot Tesla, namun produk itu kurang diminati.

Tahun lalu, Toyota membangun “Woven City” di Jepang. Perusahaan berharap dapat mengubahnya menjadi “kota prototipe masa depan” untuk bisa menguji kendaraan otonom, desain jalan yang inovatif, teknologi rumah pintar, robotika, dan produk-produk canggih lain.

(mik)

[Gambas:Video ]