Jakarta () – Tim kreatif "The Simpsons" memutuskan untuk menggunakan Bahasa Isyarat Amerika dan pertama kalinya menggandeng aktor tunarungu pada episode 10 April 2022.

Episode berjudul "The Sound of Bleeding Gums" ini ditulis oleh Loni Steele Sosthand yang telah bergabung sejak 2020. Salah satu kesulitan dalam penggunaan bahasa isyarat adalah karakter dalam animasi ini hanya memiliki empat jari.

"Itu agak rumit, terutama karena satu hal yang kami terjemahkan adalah Shakespeare. Tapi saya pikir kami berhasil melakukannya," ujar Sosthand seperti dilansir Variety pada Jumat.

Cerita berpusat pada Lisa Simpson, yang menemukan bahwa musisi dan mentor favoritnya, mendiang pemain saksofon Bleeding Gums Murphy, memiliki seorang putra yang terlahir tuli. Dia bertemu dengan pria muda, Monk, yang ingin mendapatkan implan koklea namun Lisa menjadi sedikit terlalu bersemangat untuk mencoba membantunya.

Episode ini terinspirasi oleh keluarga Sosthand yang mengaku memiliki ras campuran. Di rumahnya, musik jazz kerap dimainkan.

Dia tumbuh di pinggiran kota dan ayahnya membawa beberapa aspek budaya lewat musik. Sosthand juga memiliki saudara laki-laki yang terlahir tuli.

"Ketika kami berbicara tentang karakter Bleeding Gums ini dalam brainstorm awal kami, kami berpikir, bukankah akan keren jika Lisa menemukan seluruh sisi lain dari hidupnya," kata Sosthand.

"Kemudian kami membuat idolanya itu memiliki seorang putra, dan kemudian kami mendasarkan karakter itu setidaknya pada saudara laki-laki saya. Dan cerita itu berkembang dari sana," lanjutnya.

Sosthand dan saudara laki-lakinya, Eli Steele, sebelumnya telah mengembangkan cerita berdasarkan kehidupan mereka, yang menampilkan aktor tunarungu John Autry II.

Saat mencari seseorang untuk berperan sebagai Monk, Sosthand langsung mengajukan Autry kepada produser eksekutif James L. Brooks and Al Jean.
Sebelumnya Autry pernah tampil dalam serial "Glee".

"Jim dan Al sangat senang dan melihat betapa berharganya dia. Karakter ini memiliki sedikit momen pribadi dari masa kecil saya dengan saudara laki-laki saya, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh John Autry," ujar Sosthand.

Autry memuji "The Simpsons" karena mempekerjakan aktor tunarungu untuk memainkan peran tersebut. Baginya, hal ini merupakan sebuah kesetaraan yang dapat mengubah hidup seseorang.

"Hal ini dapat berdampak pada perubahan bagi kita semua. Ini tentang karakter yang sulit mendengar dan bisa mendengar yang duduk bersama-sama. Itu adalah bagian dari sejarah," kata Autry.

Sosthand juga meminta persetujuan kakaknya saat menulis naskah, yang mencakup adegan di mana Bleeding Gums menemukan putranya tuli. Cerita ini didasarkan pada kejadian saat orang tua Sosthand menemukan Eli mengalami gangguan pendengaran. Eli juga mengisi suara dalam episode tersebut.

"Ketika dia mengajukan ide ini, tentang Bleeding Gums yang memiliki seorang putra, kami pikir itu akan bagus untuk sebuah episode," kata Al Jean. “

"The Sound of Bleeding Gums" sedang dalam pengembangan jauh sebelum "CODA" muncul dan memenangkan Oscar bulan lalu.

Baca juga: Nostalgia "The Simpsons" dalam koleksi denim

Baca juga: "The Simpsons" kembali prediksi peristiwa Rusia-Ukraina

Baca juga: Episode Tiananmen "The Simpsons" hilang di Disney+ Hong Kong

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © 2022