Syarwan Hamid, Jenderal TNI Mantan Tim Pemenangan Prabowo

Farah

Jakarta, Indonesia —

Menteri Dalam Negeri di era Presiden BJ Habibie, Syarwan Hamid, meninggal dunia pada Kamis (25/3) dini hari dalam usia 77 tahun.

Syarwan selama ini dikenal sebagai tokoh militer dan politik di Indonesia. Terakhir ia berpangkat sebagai Letnan Jenderal TNI.

Jejak militernya dimulai saat menempuh pendidikan di Akademik Militer Nasional di Magelang pada 1963-1966. Ia melanjutkan pendidikannya di Sekolah Staf Komando Angkatan Darat pada tahun 1980.

Setelah lulus, ia langsung menjadi Komando Batalyon Infanteri Badak Putih, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada 1980-1983. Syarwan juga pernah menjabat sebagai Assospol Kassospol ABRI pada 1995-1996.

Saat itu ia juga dikirim ke Aceh untuk meredam Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Untuk mensukseskan rencana itu ia memilih untuk mendekati pesantren-pesantren di Aceh.

Tidak mengherankan jika strategi itu dipilih. Sebab, Syarwan sendiri saat itu dikenal sebagai TNI yang dekat dengan politisi dan intelektual Islam. Oleh karenanya ia juga dijuluki sebagai ‘TNI Hijau.’

Selain itu, Syarwan juga dikenal berbeda dengan TNI lain. Meski dalam dunia TNI semua terpusat atau menganut sistem komando, Syarwan lebih condong pada gagasan-gagasan desentralisasi.

Sementara kariernya di dunia politik dimulai tahun 1997 saat ia terpilih sebagai Wakil Ketua DPR hingga masa kepemimpinan Presiden ke-2 RI Soeharto berakhir pada 1998. Syarwan kemudian diangkat sebagai mendagri sampai 1999 di era Presiden ke-3 RI BJ Habibie.

Nama Syarwan juga kerap dikaitkan dengan berbagai gejolak politik di Indonesia. Pada 1996, dirinya pernah dituduh terlibat dalam penggulingan Megawati sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia. Ia juga dituduh menjadi aktor di balik penyerbuan kantor PDIP saat itu.

Lihat juga:

Eks Mendagri Syarwan Hamid ‘Serang’ Jokowi soal PKI

Belakangan, Syarwan juga masuk dalam daftar tim pemenangan Prabowo Subianto yang mencalonkan diri sebagai presiden pada 2014 bersama calon wakilnya saat itu, Hatta Rajasa.

Syarwan masuk dalam kepengurusan dewan penasihat tim pemenangan Prabowo-Hatta bersama sejumlah jenderal TNI lainnya di antaranya almarhum Djoko Santoso, Syamsir Siregar, hingga Freddy Numberi.

Ia juga disebut pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat DPP Partai Perindo namun mengundurkan diri pada 2015.

(yla/pris)

[Gambas:Video ]


Next Post

Optimis Ekonomi Pulih di 2021, Pemerintah Lanjutkan BLT

Jakarta, Indonesia — Perekonomian Indonesia mulai menunjukkan sinyal positif. Pada 2021, kebangkitan ekonomi diprediksi mencapai lebih dari 5 persen. Untuk itu, pemerintah memberi stimulus berupa berbagai paket yang memudahkan dan mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bertahan, sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan […]