Spesifikasi KRI Malahayati yang Siap Tempur di Laut RI

Farah

Nama KRI Malahayati-362 diambil dari Pahlawan Nasional asal Aceh yaitu Laksamana Malahayati yang memimpin Inong Balee melawan Armada Kapal Belanda.

Jakarta, Indonesia —

Kapal KRI Malahayati-362 usai dimodernisasi oleh PT PAL dan diserahkan Kementerian Pertahanan kepada TNI Angkatan Laut pada Jumat (2/10). Program Mid Life Modernization (MLM) dilakukan untuk kapal yang telah bertugas sejak 1980, atau 40 tahun lalu.

Nama KRI Malahayati-362 diambil dari Pahlawan Nasional asal Aceh yaitu Laksamana Malahayati yang memimpin Inong Balee melawan Armada Kapal Belanda pimpinan Cornelis de Houtman.

KRI Malahayati-362 merupakan korvet kelas Fatahallah yang dibuat oleh galangan kapal Wilton-Fijenoord di Belanda memiliki panjang 83,85 meter dan berat 1484 ton.




[Gambas:Twitter]

Modernisasi mencakup peremajaan ship platform, modernisasi CPP & Sensor-Senjata, penggantian propulsi CODOG menjadi CODAD, diesel generator, dan pembaharuan CMS, serta training kepada pengawak kapal TNI Angkatan Laut dalam pengoperasian dan pemeliharaan tingkat organik.

Salah satu aspek yang menarik dalam proyek MLM adalah penggantian sistem penggerak combine diesel or gas turbine (CODOG) dan dimoderinasi menggunakan combine diesel and diesel (CODAD).

Sistem propulsi ini diperbarui melalui penggantian Gas Turbin dengan 2 unit Diesel Engine, sehingga total menjadi 4 Diesel Engine yang menjadikan lebih powerful, stabil dan ekonomis.

Lihat juga:

Fakta Kapal Perang RI Kartoang-872 dan Mata Bongsang-873

[Gambas:Twitter]

Penyesuaian atau modernisasi dengan teknologi terkini juga dilakukan pada combat management system (CMS). Setelah melaksanakan program MLM, KRI Malahayati-362 mampu melaksanakan fungsi peperangan laut modern dan estimasi operasional selama 15 tahun ke depan.

Seluruh pekerjaan program MLM KRI Malahayati-362 telah diselesaikan dan telah lulus Verifikasi 1, Verifikasi 2 dan Verifikasi 3 (uji fungsi) serta Uji Kelaikan atau Harbour Acceptance Test (HAT) dan Sea Acceptance Test (SAT).

Dilansir dari situs Mil Power, kapal ini biasa disenjatai dengan 1 x Bofors 120mm/46-caliber TAK-120 naval gun, 1 x Bofors 40mm/70-caliber Mk.2 anti-aircraft gun 2 x 20mm Mk.16 autocannons, 4 x MM38 Exocet AShMs, 2 x Bofors SR-375A 375mm anti-submarine mortars, dan 2 x Mk.32 triple torpedo tubes.

(jnp/mik)

[Gambas:Video ]

Next Post

Bayang-bayang Keuntungan Pebisnis Saat RI Putus dari Dolar

Jakarta, Indonesia — Bank Indonesia dan bank sentral China, People’s Bank of China (PBC) sepakat menggunakan rupiah dan yuan sebagai mata uang pembayaran transaksi perdagangan bilateral atau pun investasi langsung (Local Currency Settlement/LCS, dan tak lagi menggunakan dolar AS. Selain dengan China, RI juga telah meneken kesepakatan serupa dengan Jepang, […]