SpaceX Berhasil Bawa 4 Astronaut ke Ruang Angkasa

Farah

SpaceX berhasil membawa empat astronaut ke ruang angkasa dalam perjalanan menuju stasiun luar angkasa internasional (ISS).

Jakarta, Indonesia —

Empat astronaut berhasil meluncur ke stasiun ruang angkasa internasional (ISS) menggunakan pesawat SpaceX Crew Dragon “Resilience”.

Peluncuran dilakukan di Kennedy Space Center di Florida, Amerika Serikat, Minggu (15/11), 19:27 waktu setempat. Peluncuran ini diharapkan bisa menjadi misi rutin penerbangan astronaut di tanah AS. Pasalnya, dalam sepuluh tahun terakhir, AS selalu “menumpang” roket dan landasan Rusia untuk meluncurkan astronaut ke ISS.

Empat orang yang diluncurkan ke stasiun luar angkasa itu adalah Michael Hopkins, Victor Glover dan Shannon Walker yang berkewarganegaraan AS. Satu orang lain adalah Soichi Noguchi, warga Jepang.




[Gambas:Twitter]

Kapsul tersebut disebut telah berhasil terpisah dengan roket tahap kedua. Selain itu, menurut anggota tim SpaceX yang berbicara melalui radio, telah mencapai “penyisipan orbit nominal”. Dengan demikian, kapsul itu sudah berada di lintasan yang tepat menuju ISS.

[Gambas:Twitter]

Lihat juga:

Elon Musk 4 Kali Tes Rapid, Misi SpaceX Terancam Tertunda

Para awak akan mencapai ISS pada 23:00 Senin malam waktu setempat atau Selasa pagi pukul 11:00 WIB. Merka akan melakukan perjalanan 27 jam di orbit, seperti dilaporkan

Sebenarnya perjalanan ini bisa lebih pendek jika peluncuran dilakukan sesuai jadwal pada Sabtu. Saat itu posisi ISS berada di jarak terpendek dari tempat peluncuran, sehingga para astronaut bisa tiba hanya dalam 8 jam. Namun, cuaca buruk akibat hurikan ETA membuat jadwal peluncuran tertunda.

Keempat kru akan bergabung dengan dua kosmonot Rusia dan satu astronaut AS. Mereka akan tinggal selama enam minggu di ISS.

Sebelumnya pada Mei, SpaceX berhasil membawa astronaut ke ISS dan mendaratkan mereka kembali ke Bumi dengan selamat. Hal ini menandai perkembangan AS untuk menerbangkan kembali para astronaut mereka sendiri.

Meski demikian, NASA menyebut keberhasilan ini bukan berarti kerjasama mereka dengan Rusia terhenti.

“Kami ingin melakukan pertukaran kursi di mana astronot Amerika dapat terbang dengan roket Soyuz Rusia dan kosmonot Rusia dapat terbang dengan kendaraan awak komersial,” jelas administrator NASA Jim Bridenstine, seperti dikutip Science Alert

Lihat juga:

Roket Bos Amazon Jeff Bezos Uji Coba Kirim Pelancong ke Bulan

Pekan lalu Crew Dragon menjadi pesawat ruang angkasa pertama yang mendapat sertifikasi NASA. Sebelumnya, sertifikasi ini diberikan pada Space Shuttle 40 tahun lalu.

Crew Dragon berbentuk kapsul yang mirip dengan Space Shuttle dan diluncurkan menggunakan roket pakai ulang SpaceX Falcon 9. Saat mendarat ke bumi, kapsul ini akan mengembangkan parasut dan mendarat di air, seperti di era Apollo.

NASA mengalihkan proyek luar angkasa ke SpaceX dan Boeing setelah menutup program Pesawat Ulang-alik mereka. Program ini ditutup pada 2011 setelah gagal membuat perjalanan misi luar angkasa yang terjangkau dan aman.

NASA mengalihkan proyek peluncuran di orbit rendah Bmi kepada pihak swasta sebab mereka akan fokus pada proyek ke Bulan dan Mars. Badan itu sudah menghabiskan US$8 miliar untuk proyek Kru Komersial untuk 2024.

SpaceX didirikan Elon Musk pada 2002. Perusahaan ini berhasil mendahului seniornya, Boeing, yang tak berhasil meluncurkan pesawat tanpa awak Starliner mereka ke orbit.

(eks)

[Gambas:Video ]


Next Post

48 Tahanan Bareskrim Positif Covid, Termasuk Jumhur dan Gus Nur

Jakarta, Indonesia — Sebanyak 48 tahanan Bareskrim Polri dinyatakan positif terpapar virus corona (Covid-19) berdasarkan hasil tes usap atau swab test. “Sesuai laporan KaPusdokkes Polri, hasil swab dari 170 tahanan Bareskrim yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 48 orang,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono dalam keterangannya, Senin (16/11). Dari 48 […]