Sinabung Semburkan Awan Panas, Kubah Lava Kian Besar

Farah

Gunung Sinabung kembali mengeluarkan awan panas guguran dengan durasi 225 detik sejauh 2.500 meter ke arah timur dan tenggara, Senin (2/11) pukul 07.57 WIB.

Medan, Indonesia —

Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara kembali mengeluarkan awan panas guguran dengan durasi 225 detik sejauh 2.500 meter ke arah timur dan tenggara, Senin (2/11) pukul 07.57 WIB.

“Benar, Gunung Sinabung kembali mengeluarkan awan panas guguran pagi tadi. Di arah timur dan tenggara Sinabung itu desa terdekat adalah Desa Sukanalu, seharusnya tidak ada lagi warga di sana,” kata Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung, Badan Geologi dan PVMBG, Armen Putra saat dikonfirmasi.

Armen mengatakan intensitas awan panas guguran semakin tinggi karena terjadi pembentukan kubah lava di puncak Gunung Sinabung. Saat ini, sambungnya, status Gunung Sinabung masih berada pada level III atau Siaga.

“Awan panas guguran dari gunung Sinabung juga meningkat. Hingga saat ini petugas TNI dan Polri terus melakukan patroli agar tidak ada warga maupun wisatawan yang mendekati zona merah,” jelasnya.

Plt Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo Natanail mengatakan awan panas Sinabung dalam beberapa hari terakhir terjadi karena kubah lava yang terus membesar.

“Awan panas guguran makin tinggi intensitasnya beberapa hari terakhir ini, bahkan hampir terjadi setiap hari. Penyebabnya karena ada pembentukan kubah lava, ada dorongan atau tekanan dari bawah. Kalau luas kubiknya lagi dihitung PVMBG,” terangnya.

Natanail menerangkan di arah timur dan tenggara Gunung Sinabung ada Desa Sukanalu dan Desa Sigarang-garang. Rencananya kedua desa ini akan direlokasi karena khawatir terdampak awan panas guguran Sinabung.

“Desanya sudah kita kosongkan, tapi memang masih ada warga yang beraktivitas di sana. Saat ini masih ditangani dengan pemberian sewa rumah dan sewa lahan,” ungkapnya.

Selain itu, kata Natanail, di sekitar desa-desa itu pun masih ada warga yang menempati rumah mereka terutama di sepanjang jalan raya. Petugas sudah berulang kali mengimbau agar warga meninggalkan tempat tersebut.

“Hasil koordinasi kami beberapa waktu lalu bahwa PVMBG akan menghitung atau mensimulasikan dampak potensi awan panas yang akan terjadi, melihat pertumbuhan kubah lava yang terus berlangsung,” sambungnya.

Sebelumnya, pada Kamis (29/10) lalu, terjadi erupsi Gunung Sinabung yang membuat tiga kecamatan di Kabupaten Karo yang terpapar debu vulkanik dan luncuran awan panas. Tiga kecamatan itu adalah Brastagi, Merdeka, dan Dolat Rakyat.

“Tidak ada rumah warga yang rusak di tiga kecamatan itu, akibat Erupsi Sinabung, di Kabupaten Karo,” kata Natanail kala itu.

Berdasarkan pantauan Pos Gunung Api Sinabung pada Kamis lalu, awan panas terlihat meluncur sejauh 2.000 meter ke arah timur dan tenggara dari kawah. Sementara itu, tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.500 meter.

Lihat juga:

Gunung Merapi Alami 26 Kali Gempa Guguran

(fnr/kid)

[Gambas:Video ]

Next Post

Cermati Surati Konsumen, Klaim Libatkan BSSN Usut Peretasan

Jakarta, Indonesia — Sebanyak 2,9 juta data pengguna aplikasi fintech asal Indonesia, Cermati.com diretas dan dijual di forum peretas. Perusahaan mengklaim telah bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk melakukan investigasi kebocoran data yang terjadi. Setiap pengguna Cermati mendapatkan surat elektronik pemberitahuan terkait kebocoran data tersebut. “Bekerja sama dengan […]