Setengah Jalan Pabrik Mobil Listrik Hyundai di Indonesia

Farah

Menurut rencana pabrik Hyundai di Indonesia bakal selesai pada Maret 2021.

Jakarta, Indonesia —

Pembangunan pabrik Hyundai di Tanah Air dikatakan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) sudah selesai 50 persen. Produksi mobil pertama dari pabrik ini disebut bisa dilakukan sesuai jadwal, yakni pada tahun depan.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Ayodhia GL Kalake, pandemi tidak menyurutkan proses pembangunan pabrik Hyundai tersebut.

“Jadi tahun depan 2021 sudah selesai dan siap melakukan proses produksinya,” kata Ayodhia mengutip CNBC Indonesia, Selasa (6/10).




Pabrik Hyundai yang dibangun di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat merupakan wujud komitmen investasi prinsipal Hyundai Motor Company (HMC) sebesar USD1,55 miliar yang akan dikucurkan hingga 2030.

Investasi ini bakal digunakan membangun pabrik dengan kapasitas awal 150 ribu unit per tahun. Selain itu modal juga bakal dipakai mendirikan 100 jaringan penjualan pada 2021.

Selain untuk memenuhi pasar domestik, pabrik juga akan berkontribusi pada pengembangan ekspor Indonesia dengan menjadi pemasok produk-produk Hyundai ke pasar utama di kawasan Asia Tenggara.

Vice President Hyundai Motor Asia Pasific HQ Lee Kang Hyun pernah mengatakan mobil-mobil yang akan diproduksi di Indonesia, di antaranya Sport Utility Vehicle (SUV), Multi Purpose Vehicle (MPV), sedan, hingga kendaraan listrik.

Ayodhia menambahkan investasi Hyundai terhadap Indonesia disebabkan perusahaan asal Korea Selatan tersebut melihat potensi pasar yang kuat.

Lihat juga:

Mobil Hyundai Buatan Bekasi Mulai Dijual 2021

Sementara pemerintah berharap investasi ini dapat menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kandungan lokal dalam negeri pada sebuah produk otomotif.

“Investasi ini juga akan merekrut tenaga lokal serta kandungan lokal,” kata Ayodhia.

(ryh/fea)

[Gambas:Video ]

Next Post

Bos Bosowa Respons soal Gugatan Rp7 T dari QNB

Jakarta, Indonesia — Komisaris Utama Bosowa Corporindo Erwin Aksa buka suara soal gugatan senilai Rp7,11 triliun dari Qatar National Bank (QNB) QPSC Formerly SAQ yang dialamatkan kepada dirinya dan beberapa anggota keluarganya. Gugatan diajukan ke PN Jakarta Pusat atas dugaan perbuatan cidera janji (wanprestasi) akta-akta jaminan kepada bank. Menurut Erwin, ia tidak ambil […]