Breaking News in Indonesia

Setelah ‘Work from Bali’, Terbit Rencana ‘Work from Lombok’

Jakarta, Indonesia —

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyambut positif rencana Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno untuk membuat kebijakan ‘work from Lombok‘ atau ‘bekerja dari Lombok’ dan destinasi wisata lainnya di Indonesia setelah pertamakali dilakukan ‘work from Bali’.

“Kami masyarakat pariwisata Lombok-Sumbawa sangat senang mendengar pernyataan Pak Menteri perihal tidak menutup kemungkinan ‘work from Lombok’ juga bisa diberlakukan,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi di Mataram, Kamis (3/6), seperti yang dikutip dari ANTARA.

Yusron menyampaikan, apresiasi setinggi-tingginya bila hal tersebut dapat terlaksana, mengingat berbagai ajang dalam tahun ini, seperti Superbike, L’Etape dan HK Endurance Challange, membutuhkan dukungan¬†yang kuat, sehingga semua pelaku wisata Lombok-Sumbawa bisa memperoleh manfaat.

“Kehadiran ‘work from Lombok-Sumbawa’ merupakan angin segar bagi masyarakat kepariwisataan di NTB di tengah situasi pandemi COVID-19,” ujarnya.

Pilihan Redaksi
  • Sembalun Seven Summits, Rute Pendakian Menantang di Rinjani
  • ASTRO Penasaran dengan Mentawai, Raja Ampat dan Gunung Bromo
  • Na In-woo Punya Mimpi Mendaki Gunung Rinjani

Untuk mendukung kebijakan ‘work from Lombok’, kata Yusron, percepatan penuntasan CHSE (Clean Health Safety Environment) dan vaksin bagi pelaku wisata harus dilakukan.

“Mulai hari ini sudah kita geber lagi setelah berlebaran hingga ‘bubble destination’ Lombok-Sumbawa terwujud,” katanya.

Selain itu, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota terus berupaya menekan laju COVID-19 di NTB sehingga segala upaya tersebut dapat berhasil. Karenanya berwisata tetap bisa dilakukan dengan sehat dan bersih.

Sebelumnya, Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah menyebutkan tiga ajang internasional yang akan dilaksanakan pada Agustus dan November di tahun ini, yakni Superbike, L’Etape dan Hutama Karya Endurance Challenge diharapkan menjadi lompatan pemulihan sektor pariwisata di provinsi itu di tengah situasi pandemi COVID-19.

“Momentum kebangkitan pariwisata NTB ini benar benar disiapkan dengan baik. Ketiga¬†ajang tersebut akan menjadi lompatan pemulihan sektor andalan yang paling terdampak pandemi COVID-19,” ujarnya.

Mengutip situs resmi corona.ntbprov.go.id, hingga Kamis (3/6), terdapat 13.628 kasus virus Corona di Nusa Tenggara Barat, dengan kasus positif 512, kasus kesembuhan 12.512, dan kasus kematian 604.

(ANTARA/ard)

[Gambas:Video ]