Jakarta () – Karakter Casper si "hantu ramah" dilaporkan tengah dikembangkan menjadi serial "live-action" yang sedang digarap untuk layanan streaming Peacock, dikutip dari Variety, Selasa.

Cerita serial ini akan ditulis oleh Kai Yu Wu, yang juga bertugas sebagai produser eksekutif dengan UCP–divisi dari Universal Studio Group–dan DreamWorks Animation akan menjadi rumah produksi bersama.

Serial "Casper" digambarkan bergenre horor/petualangan yang akan menceritakan kembali asal-usul Casper. Serial dikemas dalam plot "coming-of-age" atau pertumbuhan karakter dari masa anak-anak hingga dewasa yang disebut akan mengeksplorasi makna hidup.

Ketika sebuah keluarga baru tiba di kota kecil Eternal Falls, Casper menemukan dirinya terjerat dalam misteri yang mengungkap rahasia gelap yang telah terkubur selama lebih dari 100 tahun.

Wu sebelumnya telah menulis untuk acara televisi seperti "Hannibal" di NBC, "The Flash" di CW, dan "Deception" di ABC. Belum lama ini dia membuat serial Netflix berjudul "The Ghost Bride".

Karakter Casper sendiri pertama kali diperkenalkan dalam serangkaian film animasi pendek yang dimulai pada tahun 1940-an dan diterbitkan dalam bentuk komik oleh Harvey Comics.

Karakter tersebut juga dibuat dalam beberapa acara televisi, yang terbaru "Casper's Scare School" untuk jaringan televisi Kanada YTV dari 2009 hingga 2012.

Film live-action "Casper" pertama dirilis pada 1995, dibintangi oleh Malachi Pearson sebagai pengisi suara karakter itu dan Devon Sawa sebagai pemeran dalam wujud manusianya. Film ini sukses di box office, meraup lebih dari 287 juta dolar AS di seluruh dunia dengan biaya produksi hanya sebesar 55 juta dolar AS.

Setelah itu, film live-action "Casper: A Spirted Beginning" dan "Casper Meets Wendy" dirilis. Film animasi "Casper's Haunted Christmas" dan "Casper's Scare School" masing-masing dirilis pada 2000 dan 2006.

Baca juga: Peter Ramsey didapuk sebagai sutradara serial "Ahsoka"

Baca juga: Serial "House of the Dragon" direncanakan tayang 21 Agustus

Baca juga: "Pachinko" padukan tiga bahasa hingga pengalaman sinematik

Penerjemah: Rizka Khaerunnisa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © 2022