Breaking News in Indonesia

Sekolah Tatap Muka di Jakarta, SMKN 15 Belajar Empat Jam

Jakarta, Indonesia —

Sejumlah sekolah dari berbagai jenjang melakukan pembelajaran tatap muka pada Rabu (7/4). Salah satu sekolah tersebut yaitu SMKN 15 Jakarta.

Kepala sekolah SMKN 15 Jakarta, Prihatin Gendra Priyadi menyebut pembelajaran tatap muka dilakukan selama empat jam per hari.

“Dari jam 07.00 sampai jam 11.00 saja,” ucap Prihatin di depan gerbang SMKN 15 Jakarta, Rabu (7/4).

Prihatin mengatakan siswa yang hadir sebanyak 114 dari total 468 siswa. Siswa tersebut terdiri dari kelas 10 dan kelas 12. Selain itu, setiap siswa hanya masuk 1 hari dalam seminggu.

Menurutnya kelas 10 menjadi prioritas sebab sejak mereka diterima sekolah di SMKN 15, belum pernah melakukan tatap muka satu sama lain.

“Kelas 10 pada seneng soalnya kan dari awal belum pernah ketemu. Selama ini kan mereka juga komunikasi lewat online aja,” ucapnya.

Lihat juga:

PB HMI Tegaskan Tak Terlibat Aksi Demo Anies di Balai Kota

Sedangkan untuk kelas 12, kata Prihatin, mereka harus melakukan persiapan untuk ujian.

Prihatin menjelaskan ada delapan kelas yang sudah disediakan. Masing-masing kelas diisi oleh 10 sampai 18 siswa.

Ia mengatakan untuk mengantisipasi laju penyebaran Covid-19, pihak sekolah telah menyediakan sedikitnya dua bus sekolah untuk mengantar-jemput siswa. Selain itu, ia juga mengimbau orang tua siswa atau wali untuk melakukan antar-jemput.

Terpisah, Plt Walikota Jakarta Selatan, Isnawa Adji menghimbau kepada guru dan siswa untuk tidak keluyuran dan langsung pulang setelah pembelajaran tatap muka.

“kita mengingatkan anak-anak kalau tidak penting, jangan berkunjung ke mana-mana atau aktivitas ke mana, lebih baik pulang ke rumah,” ucapnya.

“Jadi kita betul-betul pesankan kepala sekolah dan guru tolong sehabis sekolah bisa kembali ke rumah saja. Karena semua punya tanggung jawab agar prokes berjalan baik,” imbuhnya.

Lihat juga:

Inisiator KLB Demokrat Dorong Aturan Parpol Tanpa Dinasti

Pemprov DKI melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di 85 sekolah semua jenjang mulai 7 hingga 29 April.

Dalam pelaksanaannya, jumlah hari tatap muka dilakukan 1 hari dalam 1 minggu untuk 1 jenjang kelas; jumlah peserta didik yang terbatas dengan maksimal 50 persen dari daya tampung per kelas dan pengaturan jarak 1,5 meter antar siswa. Sedangkan, durasi belajar terbatas antara 3-4 jam dalam satu hari

(yla/wis)

[Gambas:Video ]