Satgas Covid-19: Serangan Virus Tidak Kenal Hari Libur

Farah

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo menegaskan bahwa masyarakat harus benar-benar sadar dalam mematuhi protokol kesehatan 3M.

Jakarta, Indonesia —

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional mengingatkan kesadaran individu merupakan modal utama untuk memerangi virus corona di tengah pandemi, terutama karena penyebaran virus bisa terjadi kapan saja. 

Ketua #SatgasCovid19 Doni Monardo menyebutkan bahwa seluruh masyarakat memiliki kontribusi yang sama untuk melawan pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Doni meminta kepada seluruh pihak agar dapat memiliki kesadaran penuh untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik pada masa pandemi Covid-19.

Dia tidak ingin masyarakat hanya patuh karena ada sanksi atau paksaan, tetapi murni kesadaran dari masing-masing pihak. Menurut dia, hanya dengan cara patuh terhadap protokol kesehatan 3M, setiap orang dapat terlindung dari virus SARS-CoV-2 atau corona jenis baru penyebab Covid-19.

“Kami sekali lagi mengajak kepada semua pihak, betul-betul ada kesadaran. Jangan karena dipaksa, jangan karena mungkin adanya sanksi, baru patuh. Tidak boleh,” pinta Doni di resmi BNPB yang dikutip pada Selasa (17/11).

Doni mengatakan bahwa Covid-19 dapat menyerang manusia kapanpun, di manapun dan dalam kondisi apapun. Oleh sebab itu, kesadaran dari diri sendiri untuk menerapkan protokol kesehatan menjadi sangat penting.

“Menghadapi Covid-19 ini, kesadaran kita harus total. Saya ulangi lagi, kesadaran kita harus total, tanpa pamrih, karena Covid-19 menyerang kita tidak ada jam kerja, tidak ada hari libur, kapan saja,” jelas Doni.

Sejak pandemi masuk ke Tanah Air pada awal Maret 2020, lanjutnya, tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan telah disediakan untuk merawat pasien-pasien yang terpapar virus SARS Cov-2. Salah satunya melalui cara membuka rumah sakit-rumah sakit khusus Covid-19 di Jakarta dan daerah lainnya.

Namun hingga November 2020, Indonesia masih berjibaku melawan pandemi yang belum kunjung menunjukkan titik akhir. Sampai dengan Senin (16/11), masih terdapat tambahan kasus positif baru sebanyak lebih dari 3.500 orang dalam sehari sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif di Indonesia telah mencapai 470.648 pasien.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 395.443 pasien telah dinyatakan sembuh atau negatif dari Covid-19, sedangkan 15.296 lainnya meninggal dunia.

“Dokter sudah berada di sini [RS Covid Wisma Atlet] sejak bulan April. Kami pun telah bertugas sejak akhir Januari, Bapak Presiden menugaskan warga negara kita pulang dari Wuhan, sampai hari ini nyaris tidak ada waktu istirahat,” tutup Doni.

Oleh karena itu, dia meminta kepada masyarakat agar dapat memahami bahwa pemerintah telah bekerja semaksimal mungkin untuk masyarakat, khususnya untuk menangani pandemi yang melanda hampir seluruh dunia sejak awal 2020.

Lihat juga:

Satgas: Saat PSBB Transisi, 3M Tetap Tak Boleh Lepas

Dia pun memohon kerja sama masyarakat agar tidak menyebabkan perjuangan seluruh komponen di dalam negeri selama hampir 1 tahun terakhir ini dalam melawan pandemi menjadi sia-sia.

Pihaknya pun menyesalkan aksi segelintir kelompok masyarakat yang alih-alih menerapkan protokol kesehatan, justru malah melanggar dan menimbulkan kerumunan massa bahkan ada yang tidak memakai masker.

“Patuhi protokol kesehatan 3M #pakaimasker#jagajarak,  dan #cucitangan. Ini merupakan langkah pencegahan penularan yang paling efektif,” ujarnya.

(ang/fjr)

[Gambas:Video ]


Next Post

Alasan Luhut Temui Trump di Gedung Putih

Jakarta, Indonesia — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan menemui Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa (17/11) kemarin.  Dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Rabu (18/11) ini, Luhut menjelaskan pertemuan dilakukan untuk menyampaikan salam dan terima kasih dari Presiden Jokowi atas dukungan Trump terhadap kerja sama […]