Satgas Covid-19 Minta 3M Diterapkan saat Penanganan Bencana

Farah

BMKG peringatkan puncak La Nina terjadi akhir Desember 2020. Satgas Covid-19 meminta pemerintah disiplin terapkan protokol kesehatan dalam penanganan bencana.

Jakarta, Indonesia —

Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan ancaman anomali iklim. La Nina dinyatakan akan mencapai puncaknya pada Desember tahun ini.

Peringatan ini akan mempengaruhi penanganan pandemi Covid-19. Untuk itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 meminta pemerintah Pemerintah pusat maupun daerah untuk meminimalisir penularan Covid-19 di lokasi pengungsian. 

“Karena harus disesuaikan dengan bencana non alam yaitu pandemi Covid-19. Kontingensi plan dan mitigasi risiko harus disiapkan dengan matang untuk meminimalisir kerugian bahkan korban jiwa pada sektor terdampak termasuk memastikan lokasi pengungsian, yang akan digunakan untuk dapat meminimalisir penularan Covid-19,” ujar Juru Bicara #SatgasCovid19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers, Kamis (15/10)

Lokasi pengungsian menjadi tempat yang rentan penularan Covid-19 jika tidak dikelola dengan baik. Protokol kesehatan di lokasi tersebut wajib diberlakukan dan diawasi.

Protokol kesehatan tersebut terangkum dalam 3M yaitu #pakaimasker, #cucitangan menggunakan sabun dan air mengalir, serta #jagajarak hindari kerumunan. 

“Bagi masyarakat apabila memungkinkan agar dapat menghindari lokasi pengungsian di tenda jika tidak terpaksa. Selain itu, manfaatkan tempat-tempat penginapan yang terdekat sebagai lokasi pengungsian,” jelas Wiku. 

Pemerintah pun akan memastikan adanya masker cadangan, hand sanitizer, alat makan pribadi dan tempat evakuasi yang dirancang untuk menjaga jarak pengungsi. Selain itu, petugas kesehatan harus ada di lingkungan pengungsian.

Satgas Penanganan Covid-19 meminta pemerintah daerah, khususnya yang wilayahnya rawan bencana, segera menyiapkan segala peralatan dan fasilitas sesuai protokol kesehatan. Masyarakat diminta tetap patuhi 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak selama di lokasi pengungsian. 

“Ingat, protokol kesehatan merupakan langkah yang penting untuk melindungi diri kita dan orang-orang terdekat dari Covid-19. Pemerintah daerah juga harus lakukan monitoring yang ketat termasuk testing dan tracing jika dibutuhkan di lokasi pengungsian,” tambahnya. 

Lihat juga:

Memutus Rantai Covid-19 lewat Protokol 3M dan ‘Herd Immunity’

Pemerintah daerah juga diminta bersinergi dengan lembaga daerah, TNI, Polri serta masyarakat untuk menghindari klaster pengungsian. Beberapa daerah harus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk mempersiapkan segala fasilitas yang dibutuhkan.

(ayo)

[Gambas:Video ]

Next Post

Prediksi MotoGP Aragon

Jakarta, Indonesia — MotoGP Aragon berlangsung pada Minggu (18/10).Berikut prediksi balapan menurut redaksi Indonesia.com. Fabio Quartararo bakal menempati pole position, disusul Maverick Vinales dan Cal Crutchlow melengkapi baris pertama. Balapan MotoGP Aragon bakal krusial untuk perburuan gelar juara dunia MotoGP 2020. Berikut prediksi MotoGP Aragon menurut Indonesia.com: Quartararo Juara MotoGP Aragon […]