Satgas Covid-19: Kepatuhan Menurun Saat Libur Panjang

Farah

Satgas Covid-19 mencatat penurunan tingkat kepatuhan masyarakat pada protokol kesehatan selama masa libur panjang akhir Oktober 2020 lalu.

Jakarta, Indonesia —

Kepatuhan protokol kesehatan saat libur panjang akhir Oktober 2020 lalu menurun. #SatgasCovid19 berharap tak ada kenaikan kasus penularan Covid-19 dalam dua pekan mendatang.

Hasil monitoring kepatuhan protokol kesehatan yang dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan penurunan di masa libur panjang akhir Oktober hingga awal November lalu.

Ketua bidang data dan teknologi informasi Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengungkap monitoring ini dilakukan di 3,8 juta titik di 494 kabupaten-kota di 34 provinsi dengan melibatkan berbagai TNI, Polri, relawan, dan unsur Pemda.

“Ada 3 juta laporan selama 28 Oktober sampai 1 November 2020. Total sebanyak 1,02 juta orang telah dipantau,” ujar Dewi dalam talk show ‘Covid-19 Dalam Angka: Protokol Kesehatan di Tempat Wisata’ di Media Center #SatgasCovid19, Rabu (4/10).

Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan lima hari yang sama pada pekan sebelumnya. Ada tiga jenis lokasi yang yang menjadi tempat pemantauan, yakni tempat wisata, restoran, dan mal.

Sebanyak 602.372 orang menerima teguran di tempat wisata karena tidak mematuhi protokol. Padahal, di pekan sebelumnya teguran disampaikan kepada 348.473 orang.

Kepatuhan memakai masker mengalami penurunan sebesar 88,5 persen pada Rabu (28/10). Sedangkan pada Rabu pekan sebelumnya tingkat kepatuhan mencapai 88,6 persen. Pada Sabtu (31/10) kepatuhan memakai masker juga menurun menjadi 86,3 persen dibanding pekan sebelumnya yang mencapai 89.09 persen.

Kepatuhan protokol kesehatan untuk menjaga jarak juga mengalami penurunan, yakni pada Kamis (29/10) mencapai 79,04 persen dan hari Minggu (1/11) mencapai 77,6 persen. Pada Kamis pekan sebelumnya kepatuhan mencapai 84,7 persen dan hari Minggu 80,12 persen. 

Selain itu, di restoran teguran disampaikan kepada 602.372 orang dari 619.718 pengunjung. Pada pekan sebelumnya jumlah pengunjung mencapai 501.987 orang dan yang ditegur mencapai 348.473 orang.

Pengunjung mal paling pada saat libur panjang lebih sedikit dibandingkan pada pekan biasa, terutama pada akhir pekan. Tetapi tingkat kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak tetap mengalami penurunan pada libur panjang.

Kepatuhan memakai masker hanya sekitar 74 persen dan jaga jarak mencapai sekitar 76 persen. Sedangkan pada akhir pekan yang sama pada pekan sebelumnya kepatuhan memakai masker sekitar 78 persen dan jaga jarak mencapai sekitar 77 persen. 

Dewi berpesan protokol kesehatan ini menjadi ukuran untuk menghitung dampak liburan panjang terhadap penularan Covid-19. Ia mengingatkan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan, yakni #ingatpesanibu untuk #pakaimasker, #cucitangan pakai sabun, dan #jagajarak hindari kerumunan.

Lihat juga:

Satgas Covid-19 Imbau Masyarakat Lakukan Tes Pulang Berlibur

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo sendiri menyebutkan hal yang sama pada saat menjadi pembicara Seminar Nasional XVII PERSI dan Seminar Tahunan XIV Patient Safety pada Jumat pekan lalu (30/10). Ia menyebutkan penambahan kasus di awal September sebagai dampak libur panjang Agustus sangat tinggi sekali.

“Dari setiap hari 2.000 kasus, begitu libur panjang meningkat menjadi 3.000 kasus dan bahkan 4.000 kasus,” kata Doni kala itu.

(ayo/fjr)

[Gambas:Video ]


Next Post

Hyeri Rayakan Lima Tahun Reply 1988

Jakarta, Indonesia — Aktris muda Korea Selatan, Lee Hyeri, merayakan peringatan lima tahun Reply 1988 tayang perdana di televisi pada Jumat (6/11). “Tidak terasa sudah lewat lima tahun. Bagi saya, Reply 1988 merupakan saat-saat yang berharga dan bahagia,” ujar Hyeri dalam wawancara khusus dengan Indonesia.com. Hyeri kemudian mengenang kembali momen-momen kebersamaan saat […]