Satgas Covid-19 Imbau Masyarakat Lakukan Tes Pulang Berlibur

Farah

Satgas Covid-19 mengimbau masyarakat lakukan tes usai pulang berlibur dalam rangka libur panjang di akhir Oktober 2020 lalu

Jakarta, Indonesia —

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional meminta masyarakat yang baru pulang menikmati liburan panjang pada akhir pekan lalu agar segera melakukan tes sebagai bentuk antisipasi penularan Covid-19.

Pemerintah dan #SatgasCovid19 mengkhawatirkan momen libur panjang dan cuti bersama pada 28 Oktober-1 November 2020 dapat memunculkan klaster baru penyebaran Covid-19.

Berkaca dari pengalaman sebelumnya pada saat libur panjang merayakan Idul Fitri akhir Mei 2020 dan hari kemerdekaan RI pada Agustus 2020 terjadi lonjakan kasus, sehingga diperlukan upaya antisipasi.

Ketua Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menyebutkan bahwa testing perlu dilakukan untuk mengantisipasi penularan Covid-19 pada masyarakat saat mengisi libur panjang di luar rumah atau bepergian ke luar kota.

Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan arahan strategi rekayasa perawatan pasien Covid-19 apabila terjadi lonjakan di rumah sakit.

“Terdapat tiga strategi rekayasa perawatan berdasarkan besar lonjakan kasus yang berpeluang terjadi paska libur panjang,” ujar Wiku dalam keterangan pers, Selasa (4/11).

Strategi pertama dilakukan apabila terjadi kenaikan pasien Covid-19 sebesar 20-50 persen usai libur panjang. Apabila hal ini terjadi, ujarnya, rumah sakit rujukan siap menampung kenaikan pasien tersebut. Dia menyebutkan bahwa kapasitas terpakai rumah sakit rujukan saat ini berada di level 50 persen, sehingga apabila kemungkinan pertama yang terjadi, RS siap.

Kedua, apabila terjadi kenaikan pasien sebesar 50-100 persen, pemerintah akan mengubah kapasitas ruang perawatan umum menjadi ruang perawatan Covid-19. Dengan begitu, kapasitas ruang rawat inap bagi pasien Covid-19 menjadi bertambah.

Ketiga, apabila kenaikan pasien mencapai lebih dari 100 persen, maka tidak ada jalan lain tenda darurat akan didirikan di area perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit.

“Selain itu pemerintah akan mendirikan rumah sakit lapangan atau darurat bekerjasama dengan BNPB dan TNI. Untuk penempatan lokasinya berada di luar rumah sakit yang dimaksud.” tambah Wiku.

Menurut Wiku, pemerintah pusat, daerah, dan Satgas Covid-19 telah berkoordinasi baik sebelum dan setelah libur panjang dalam upaya antisipasi. Beberapa antisipasi telah dilakukan sebelumnya seperti pengawasan kekarantinaan, berlakunya e-HAC atau electronic health alert card, penyiapan alur rujukan kasus positif, serta penyiapan sarana-prasarana pelabuhan dan bandara untuk penerapan protokol kesehatan.

“Terdapat juga upaya antisipasi yang dilakukan di rumah sakit. Koordinasi dengan dinas dan fasilitas kesehatan setempat, penyiapan sarana dan prasarana rumah sakit,” kata Wiku.

Lihat juga:

Asosiasi RS Swasta: Wisatawan Reaktif Rapid Test Segera Swab

Selain itu, Wiku juga meminta masyarakat untuk terbuka saat pemerintah melakukan tracing (pelacakan). Keterbukaan masyarakat menjadi kunci utama dalam melacak kontak terdekat, sekaligus memastikan bagi yang positif Covid-19 memperoleh perawatan yang lebih dini dan lebih baik.

“Jika testing menunjukkan hasil yang positif, segera lakukan karantina di fasilitas yang telah ditetapkan pemerintah. Ikuti anjuran tenaga kesehatan, sehingga treatment (perawatan) yang dilakukan dapat berjalan efektif, dan angka kematian dapat ditekan,” ujarnya.

(ang/fjr)

[Gambas:Video ]


Next Post

Nova Iriansyah Jadi Gubernur Aceh Gantikan Irwandi Yusuf

Jakarta, Indonesia — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melantik Nova Iriansyah menjadi Gubernur Aceh setelah Irwandi Yusuf dipecat Presiden Joko Widodo karena kasus korupsi. Pelantikan dilakukan secara tatap muka di Gedung DPR Aceh, Kamis (5/11). Tito mengambil sumpah jabatan Nova di hadapan Sidang Paripurna DPR Aceh. “Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi […]