Breaking News in Indonesia

Rincian Komponen THR dan Gaji ke-13 untuk Pensiunan

Jakarta, Indonesia —

Kementerian Keuangan menyatakan komponen pembayaran tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 bagi pensiunan dan penerima pensiunan terdiri pensiun pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan dalam bentuk uang dan tambahan penghasilan.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 42/PMK.05/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemberian THR dan Gaji ke-13 Kepada Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan Tahun 2021 yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Tambahan penghasilan yang masuk dalam komponen THR dan gaji ke-13 untuk pensiunan dan penerima pensiunan merupakan tambahan untuk penerima pensiun karena penghasilan dalam perubahan pensiun pokok baru tidak naik atau hanya naik kurang dari 5 persen.

“Tambahan penghasilan merupakan tambahan penghasilan bagi penerima pensiun yang karena perubahan pensiun pokok baru tidak mengalami kenaikan penghasilan, mengalami penurunan penghasilan, atau mengalami kenaikan penghasilan tetapi kurang dari 5 persen sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” seperti yang tertulis dalam Pasal 8 Ayat 5, dikutip Jumat (30/4).

Sementara, THR dan gaji ke-13 bagi penerima tunjangan sebesar tunjangan yang diterima oleh penerima sesuai dengan aturan perundang-undangan. Tunjangan yang dimaksud adalah tunjangan yang diberikan kepada penerima tunjangan sebagai penghargaan dan/atau penghormatan dari negara.

Tunjangan itu terdiri dari tunjangan veteran, tunjangan kehormatan anggota komite nasional Indonesia pusat, tunjangan penghargaan perintis pergerakan kebangsaan, tunjangan janda/duda, tunjangan bekas tentara koninklijk nederland indonesisch leger, tunjangan bersifat pensiun, tunjangan pokok, tunjangan tambahan penghasilan atau gaji terusan, serta tunjangan tambahan penghasilan atau pensiun terusan.

[Gambas:Video ]

Lalu, komponen THR dan gaji ke-13 untuk PNS, PPPK, prajurit TNI, anggota Polri, pejabat negara, dewan pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi, pimpinan Lembaga Penyiaran Publik, dan pegawai non PNS terdiri dari gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan dalam bentuk uang, dan tunjangan jabatan atau tunjangan umum.

Tunjangan jabatan ini meliputi tunjangan jabatan struktural, tunjangan jabatan fungsional, dan tunjangan yang dipersamakan dengan tunjangan jabatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tunjangan yang dipersamakan tersebut adalah tunjangan tenaga kependidikan, tunjangan panitera, tunjangan jurusita dan jurusita pengganti, tunjangan pengamat gunung api bagi PNS golongan I dan II, tunjangan petugas pemasyarakatan, dan tunjangan jabatan bagi pejabat tertentu yang ditugaskan pada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Diketahui, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp30,8 triliun untuk pembayaran THR tahun ini. THR mulai dicairkan pada h-10 Lebaran secara bertahap.

Lihat juga:

THR dan Gaji 13 Wamen Maksimal 85 Persen Dari Jatah Menteri

(aud/agt)

Tulisan ini merupakan bagian dari kumpulan artikel dalam Fokus: “Menanti THR Cair”