Rilis Album, Justin Bieber Tersandung Masalah Hak Cipta

Farah

Jakarta, Indonesia —

Musisi asal Kanada, Justin Bieber, langsung tersandung masalah hak cipta tak lama setelah merilis album terbarunya, Justice.

Masalah ini bermula dari gugatan duo elektronik asal Prancis peraih Grammy Awards, Justice, yang menuding tulisan “Justice” di sampul album baru Bieber itu meniru lambang band mereka.

Mereka mendasarkan argumen itu dari bentuk huruf “t” dalam Justice yang sama-sama diubah menjadi salib. Tim hukum Justice pun mengirimkan surat resmi ke Bieber.

Pilihan Redaksi
  • Pandemi Bikin Justin Bieber-Hailey Makin Lengket
  • Bieber Protes Albumnya Masuk Nominasi Grammy Kategori Pop
  • Justin Bieber Bersyukur Kenang Ditangkap Polisi 7 Tahun Lalu

“Penggunaan tanda itu ilegal. Anda tak punya izin dari Justice untuk memakai tanda itu. Lebih jauh, karya Bieber juga tak berkaitan, didukung, atau disponsori oleh Justice,” demikian surat tim hukum Justice yang dilihat Rolling Stone.

Pernyataan itu berlanjut, “Penggunaan simbol itu tak hanya ilegal, tapi juga dapat membingungkan pelanggan.”

Manajer Justice, Tyler Goldberg, sendiri mengaku menerima banyak pesan dari penggemar yang kebingungan dengan simbol di sampul album Bieber.

“Justice menerima banyak pesan yang mempertanyakan kemiripan album Justice Justin Bieber. Mereka bingung [dan berpikir], ‘Apakah ini kolaborasi dengan Justice?'” ucap Goldberg seperti dikutip The Guardian.

Tim manajemen Bieber mengklaim bahwa desain logo itu tak melanggar hak cipta tanda salib Justice.

Namun, Justice mengklaim bahwa tim manajemen Bieber sebenarnya sudah menghubungi mereka pada April 2020 lalu untuk menanyakan desainer pembuat logo mereka. Namun kemudian, tim manajemen Bieber putus komunikasi.

(has)

[Gambas:Video ]


Next Post

Dorong Perluasan Kesempatan Kerja, Kemnaker Gelar Bazar Wirausaha Mikro

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) menggelar Bazar Wirausaha Mikro Goes To Modern Market di Kuningan City Mall, Jakarta, mulai 19 Maret hingga 2 April mendatang. Bazar 'Perluasan Kesempatan Kerja dan Peningkatan Daya Saing Wirausaha' diselenggarakan sebagai salah cara Kemnaker untuk menghidupkan kembali usaha mikro, kecil dan […]