Breaking News in Indonesia

Ribuan Teken Petisi untuk Pendiri Pasar Muamalah Zaim Saidi

Petisi di laman change.org yang menyerukan agar pendiri Pasar Muamalah, Zaim Saidi dibebaskan telah didukung lebih 6.400 orang dari target 7.500 tanda tangan.

Jakarta, Indonesia —

Ribuan orang menandatangani petisi yang meminta pembebasan pendiri Pasar Muamalah di Depok, Zaim Saidi. Polisi sebelumnya menetapkan Zaim sebagai tersangka karena menggunakan koin dinar dan dirham sebagai alat pembayaran di pasar yang dikelolanya.

Petisi bertajuk “Bebaskan Zaim Saidi Penggiat Muamalah Dinar Dirham” di laman change.org telah ditandatangani 6.416 orang hingga Rabu (24/2) sekitar pukul 11.00 WIB. Targetnya 7.500 orang ikut berpartisipasi dalam dukungan online ini.

Petisi online yang digagas pengguna akun atas nama Muhajir Marzuki tersebut ditujukan ke Bareskrim Polri, Presiden, Mahkamah Agung, dan Gubernur BI.

Dalam deskripsi petisi, Muhajir menyebut transaksi jual beli menggunakan alat tukar Dinar, Dirham dan fulus yang diinisiasi oleh Zaim Saidi tak ubahnya seperti transaksi dengan koin yang umum dipakai pada zona permainan di pusat perbelanjaan.

Menurut dia, transaksi jual beli serupa juga banyak dilakukan di wilayah lain di Indonesia. Misalnya lanjut Muhajir, salah satu pasar tradisional yang menjadikan kepingan bambu sebagai alat tukar.

“Malah lokasi pasar ini diapresiasi dan dijadikan destinasi wisata. Seharusnya pasar muamalah yang diiniasi oleh Zaim Saidi dibantu pengembangannya oleh Pemerintah bukan malah sebaliknya dibungkam,” dikutip dari petisi tersebut, Rabu (24/2).

Lihat juga:

Ganjar Pranowo Soal Banjir Semarang: Saya yang Salah

Lebih lanjut, inisiator petisi mengatakan seharusnya pemerintah bisa justru bisa menggandeng Zaim Saidi untuk menjadikan Pasar Muamalah tersebut sebagai destinasi halal dan syariah di Indonesia.

“Penangkapan Zaim Saidi adalah ketidakadilan yang dipertontonkan. Hal yang miris terjadi di depan mata 268 juta rakyat Indonesia,” tulis petisi itu.

Diketahui, Zaim merupakan pengelola sekaligus penggagas penggunaan dinar dan dirham di areal jual-beli yang kemudian diberi nama Pasar Muamalah. Menurut polisi, setidaknya ada 10 hingga 15 pedagang yang membuka lapak di pasar itu.

Seorang warga melintas depan ruko pasar muamalah yang disegel polisi di Tanah Baru, Depok, Jawa Barat, Rabu (3/2/2021). Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap pendiri Pasar Mualamah Zaim Saidi dan menyegel ruko yang digunakan sebagai tempat transaksi pembayaran menggunakan koin dinar, dirham, dan emas. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hp.Seorang warga melintas depan ruko pasar muamalah yang disegel polisi di Tanah Baru, Depok, Jawa Barat, Rabu (3/2/2021). (Foto: ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Lihat juga:

Pakar Kritik Jerat Hukum ke Pendiri Pasar Muamalah Zaim Saidi

Para pedagang, menurut polisi, menjual barang-barang sembako, makanan dan minuman, hingga pakaian dengan menjadikan koin dinar dan dirham sebagai alat pembayaran yang sah di pasar itu.

Dalam perkara ini, Zaim disangkakan Pasal 9 Undang-undang nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP dan Pasal 33 Undang-undang nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Dia terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Lihat juga:

DKI Siapkan Rp1 Triliun Bebaskan Lahan Normalisasi Sungai

(yoa/nma)

[Gambas:Video ]