Jakarta () – Musisi asal Indonesia Riani Sovana kembali menghadirkan karya solo terbarunya bertajuk “Hilang Kendali” menggambarkan sebuah penyesalan dan harapan mendapat kesempatan memperbaiki masa- masa buruk seorang individu yang berlaku buruk semasa hidup.

“Di dalamnya ada perbincangan dengan Tuhan, tapi ini bukan lagu religi. Ini adalah lagu untuk kita para pendosa yang memohon kesempatan hidup, agar dapat meminta ampunan atas apa yang diperbuat,”kata Riani menggambarkan lagu “Hilang Kendali” dalam keterangan persnya dikutip, Selasa.

Dihadirkan dengan genre Dark-Pop Romantic yang menjadi ciri khas Riani Sovana, “Hilang Kendali” merupakan lagu bernada Pop dengan vokal muram-bening dan seriosa, dibalut musik bernuansa gelap. Menariknya, Riani mengemas lagu ini dengan gaya sinematik.

Tak tanggung-tanggung, dalam pembuatan musiknya ia bekerjasama dengan Aghi Narottama yang selama ini dikenal sebagai komposer musik film (Gundala, Perempuan Tanah Jahanam), serta aktor Alex Abbad yang tampil pada artwork dan membintangi video musik “Hilang Kendali”.

Lagu itu pun sudah dapat didengarkan di seluruh platform digital musik yang tersedia di Indonesia dan untuk Video Musiknya anda bisa melihat langsung di kanal YouTube resmiRiani Sovana Music.

“Hilang Kendali” juga akan hadir dalam versi musik instrumental dengan judul “Lose Control” yang ditargetkan untuk pendengar dunia.

Riani telah berkecimpung di industri musik Tanah Air sejak usianya menginjak 20 tahun, Riani merilis album perdana dengan lagu andalan “Sisi Gelap” yang menjadi soundtrack TV Series “Djail” yang fenomena di masanya.

Sejak saat itu, Riani menunjukkan konsistensinya di dunia musik dengan keterlibatannya di berbagai proyek seperti menciptakan lagu untuk Tere, mengisi vokal latar di lagu “Patah Hati” milik Ari Lasso, berduet bersama Sujiwo Tejo, hingga mengisi soundtrack untuk Film “Demona” karya Rizal Mantovani.

Pada 2019 ia merilis album “Antagonis” yang membuatnya bisa berduet bersama Atiek CB.

Lalu pada 2020 Riani juga merilis single bersama psikolog Tara De Thouars dan komunitas pencegahan bunuh diri “Into The Light”menghasilkan lagu “Sudah Biasa”.

Baca juga: Larone ajak kenali Bandung lewat debutnya bersama "Despair"

Baca juga: Penyanyi Malaysia dan Australia dihilangkan dari medsos China

Baca juga: Lagu "Torang Bisa" dinyanyikan di penghujung acara pembukaan PON XX

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © 2021