RI Kecam Prancis: Macron Menyinggung 2 Miliar Muslim Dunia

Farah

Indonesia mengecam pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang dinilai telah menyinggung umat Islam.

Jakarta, Indonesia —

Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang dinilai telah menyinggung umat Islam.

“Indonesia mengecam pernyataan Presiden Prancis yang tidak menghormati Islam dan komunitas Muslim di seluruh dunia. Pernyataan itu menyinggung lebih dari 2 miliar Muslim di seluruh dunia dan memicu perpecahan berbagai agama di dunia,” demikian pernyataan Kemlu, Jumat (30/10).

Kemlu juga menegaskan bahwa kebebasan berekspresi seharusnya tak menodai kehormatan, kesucian, dan simbol agama.

“Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar dan demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia mendesak masyarakat global untuk mengedepankan persatuan dan toleransi beragama, terutama di tengah pandemi yang sedang berlangsung,” tulis Kemlu melalui situs resminya.

Macron menjadi sorotan setelah menyatakan bahwa ia tak melarang Charlie Hebdo menerbitkan kartun Nabi Muhammad. Ia juga mengatakan Islam adalah  “agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia.”

Macron melontarkan pernyataan ini sebagai respons atas pemenggalan guru yang membahas karikatur Nabi di Charlie Hebdo, Samuel Paty (47), di Eragny, oleh pendatang dari Chechnya, Abdoullakh Abouyezidovitch (18).

“Sekularisme adalah pengikat persatuan Prancis. Jangan biarkan kita masuk ke dalam perangkap yang disiapkan oleh kelompok ekstremis, yang bertujuan melakukan stigmatisasi terhadap seluruh Muslim,” ujar Macron.

Menteri Agama RI, Fachrul Razi, juga mengkritik keras pernyataan tersebut. Ia menilai perkataan Macron melukai perasaan umat karena menghina simbol agama Islam.

Menurutnya, kebebasan berpendapat tidak boleh melampaui batas sehingga mencederai kehormatan, kesucian, dan kesakralan nilai dan simbol agama apa pun.

“Menghina simbol agama adalah tindakan kriminal.Pelakunya harus bertanggung jawab atas perbuatannya dan ditindak sesuai ketentuan hukum,” kataFachrul dalam keterangan resminya, Kamis (29/10).

Lihat juga:

Saudi Soal Serangan Prancis: Terorisme Tak Terkait Agama

Ia mendukung sikap Kementerian Luar Negeri RI yang memanggil Duta Besar Prancis serta menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Macron yang dinilai menghina Islam.

Kendati demikian, Fachrul mengimbau umat Islam di Indonesia tidak terpancing melakukan tindakan anarkis dalam merespon pernyataan Macron.

Ia mengingatkan ajaran Islam tidak membenarkan tindakan main hakim sendiri, terlebih dengan melakukan pembunuhan. Menurutnya, Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Tak hanya Indonesia, berbagai pihak lain juga mengecam pernyataan Macron. Sejumlah pihak bahkan sempat menyerukan boikot produk-produk Prancis.

(chri/has/asa)

Next Post

Libur Panjang, Ingat Batas Kecepatan Tol dan Jarak 3 Detik

Jakarta, Indonesia — Libur panjang pada akhir pekan Oktober bisa jadi peluang banyak pengemudi berkendara ke luar kota melewati jalan tol. Pengemudi diimbau selalu mematuhi peraturan lalu lintas di jalan bebas hambatan, termasuk mematuhi batas kecepatan sekaligus menerapkan jarak aman untuk keselamatan. Terdapat berbagai macam aturan mengemudi di jalan tol, salah satunya […]