Respons Ahli RI Soal Vaksinasi Covid-19 dari China Desember

Farah

Epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman berharap pemerintah sangat matang dalam memutuskan program vaksinasi.

Jakarta, Indonesia —

Epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman meminta pemerintah telah melakukan pertimbangan yang matang dalam memutuskan waktu program vaksinasi Covid-19. Dia mengingatkan belum ada vaksin Covid-19 yang terbukti aman hingga saat ini.

“Saya harap pemerintah sangat matang dalam memutuskan program vaksinasi dan berbasis sains,” ujar Dicky kepada Indonesia.com, Kamis (5/11).

Dicky menuturkan belum ada vaksin Covid-19 yang memenuhi standar global dan nasional. Sehingga, akan ada ketidakpastian ketika pemerintah memaksakan vaksin yang belum memiliki vaksin berbasis bukti ilmiah.




Lebih lanjut, Dicky memahami tujuan vaksinasi adalah mencapai herd immunity atau sekian persen populasi memiliki imunitas terhadap Covid-19. Namun, dia belum melihat ada persiapan yang menandakan ke arah herd immunity.

Ada tiga hal terkait herd immunity yang perlu dipenuhi. Pertama, adanya angka reproduksi Covid-19 di suatu wilayah yang rendah. Kemudian, efikasi vaksin yang memadai minimal 60 persen. Lalu juga cakupan vaksinasi di atas 80 persen.

Di sisi lain, dia juga meminta pemerintah melihat peluang kesuksesan herd immunity di setiap daerah melalui vaksinasi. Menurutnya, DKI Jakarta merupakan daerah yang paling berpeluang karena data epidemiologinya cukup memadai.

Misalnya, dia menyebut angka reproduksi Covid-19 di DKI di bawah 2. Kemudian, intervensi 3T dan 3M jauh lebih baik dari daerah lain.

“Efikasi ini yang perlu menunggu dari risetnya. Karena efikasi tidak bisa dipaksakan, itu sesuai hasil riset,” ujar Dicky.

Dicky menambahkan vaksinasi tidak boleh dilakukan dengan cara paksaan. Dia meminta pemerintah untuk membangun kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi.

“Karena keberhasilan atau kegagalan vaksinasi ini akan menjadi contoh daerah lain dan negara lain. Ini yang harus diperhatikan,” ujarnya.

Lihat juga:

DKI Prioritaskan Vaksin Covid-19 untuk Tenaga Kesehatan

Lebih dari itu, Dicky menegaskan masih ada fase lanjutan ketika sebuah vaksin telah diberikan ke manusia. Dia mengatakan fase lanjutan itu pun harus segera disiapkan agar tidak terjadi persoalan ketikan vaksinasi berjalan.

“Jadi tidak hanya menyiapkan program vaksinasinya saja,” ujar Dicky.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan vaksinasi COVID-19 kemungkinan akan dimulai pada pekan ketiga Desember. Pernyataan Luhut bertolak belakang dengan pernyataan sejumlah pejabat yang menyebut pemberian vaksin Virus Corona akan dimulai pada November.

“Kami akan melakukan vaksinasi di minggu ketiga Desember,” kata Luhut, dalam acara ‘The 7th Singapore Dialogue on Sustainable World Resources (SDSWR)’, yang digelar secara virtual, Rabu (4/11) dikutip dari Antara.

Pemerintah disebut akan menggunakan persetujuan penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

(jps/mik)

[Gambas:Video ]


Next Post

Komnas HAM: Jokowi Harus Beri Perintah Usut Tragedi Semanggi

Jakarta, Indonesia — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta Presiden Joko Widodo memerintahkan Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk segera menuntaskan penanganan perkara Tragedi Semanggi I & II. Komisioner Komnas HAM Bidang Pemantauan atau Penyelidikan, Choirul Anam menilai putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas gugatan keluarga korban kepada Jaksa Agung, […]