Rekor Positif Corona Dua Pekan Setelah Libur Panjang

Farah

Dua pekan setelah libur panjang di akhir Oktober, tambahan harian konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia mencetak rekor baru.

Jakarta, Indonesia —

Dua pekan setelah libur panjang di akhir Oktober 2020, tambahan kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia mencetak rekor baru.

Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat per Jumat (13/11) tambahan harian konfirmasi positif corona mencapai 5.444 kasus. Tambahan itu menjadikan akumulasi positif corona di Indonesia menjadi 457.735 orang sejak kasus pertama diumumkan awal Maret lalu.

Sebagai informasi, rekor tambahan kasus baru ini terlampau cukup jauh dibanding sebelumnya, yakni pada 8 Oktober dengan 4.850 kasus baru. Selisihnya mencapai 594 kasus.

Jumlahnya juga berbanding jauh dengan kasus harian kemarin, Kamis (12/11), yakni 4.173 kasus positif.

Merujuk pada grafik peta sebaran di situs covid19.go.id, kasus corona di awal bulan November sempat melandai dengan 2.696 kasus pada 1 November dan 2.618 kasus pada 2 November.

Namun kasus perlahan naik menjadi 2.973 kasus pada 3 November, 3.356 kasus pada 4 November, dan 4.065 kasus pada 5 November.

Kasus harian pun sempat turun naik dengan 3.778 kasus pada 6 November, 4.262 kasus pada 7 November, 3.880 kasus pada 8 November, 2.853 kasus pada 9 November, 3.779 kasus pada 10 November, dan 3.770 kasus pada 11 November.

Jika ditarik lebih jauh lagi, rekor kasus hingga lebih dari 5.000 ini terjadi sekitar dua pekan setelah libur panjang pada akhir Oktober lalu.

Untuk diketahui, 29 Oktober merupakan tanggal merah karena peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kemudian pemerintah menetapkan 28 dan 30 Oktober sebagai cuti bersama.

Sedangkan tanggal 31 Oktober dan 1 November jatuh pada akhir pekan. Alhasil, masyarakat umumnya mendapatkan libur dari kegiatan kerja dan sekolah selama 5 hari.

Kendaraan melintas saat libur cuti bersama dan Maulid Nabi 1442 H di ruas Jalan Tol Jagorawi di kawasan Cibubur, Minggu, 1 November 2020. Puncak arus balik libur cuti bersama tersebut diperkirakan terjadi hingga Minggu malam.  Indonesia/Bisma SeptalismaKepadatan kendaraan saat puncak arus balik libur cuti bersama dan Maulid Nabi 1442 H di ruas jalan tol Jagorawi, kawasan Cibubur, Jakarta Timur, 1 November 2020. ( Indonesia/Bisma Septalisma)

Kesempatan itu pun tak disia-siakan masyarakat untuk bepergian keluar kota atau berlibur. Sebagai contoh, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 655.365 kendaraan meninggalkan Jakarta pada periode empat hari libur cuti bersama (27-30 Oktober 2020).

Angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari beberapa Gerbang Tol (GT) Barrier/Utama, yaitu GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Timur), GT Cikupa (arah Barat) dan GT Ciawi (arah Selatan).

“Total volume lalin yang meninggalkan Jakarta ini naik 28,3% jika dibandingkan lalin New Normal,” demikian rilis Jasamarga pada 31 Oktober lalu.

Sementara itu, di Bandara Soekarno Hatta, pada periode yang sama PT Angkasa Pura II mencatat jumlah penumpang mencapai 455.068 orang atau naik 17 persen dari pekan sebelumnya. Tak jauh beda pula dengan moda lain seperti transportasi laut dan kereta api yang juga terjadi peningkatan penumpang.

Lihat juga:

Positif Corona di Indonesia Tembus Rekor: 5.444 Kasus Baru

Tambahan Dwimingguan Lebih Rendah

Jika menghitung akumulasi tambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia selama dua pekan terakhir, 30 Oktober-13 November, terdapat 53.687 kasus baru yang ditemukan.

Jumlah itu masih lebih rendah dari akumulasi dua pekan sebelumnya, 15-29 Oktober, yakni 59.299 kasus baru positif corona.

Sebelumnya, Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito pada Senin (9/11) mengatakan dampak libur panjang baru akan terlihat 10-14 hari setelah libur panjang.

Lihat juga:

Pakar: Tetap Lakukan 3M dan 3T Meski Vaksin Sudah Ditemukan

Sebelum libur panjang di akhir Oktober 2020, pemerintah memang beberapa kali berupaya menegaskan kepada masyarakat agar waspada terkait penyebaran virus selama berlibur.

Selain itu, pada masa libur panjang tersebut sejumlah pemda melakukan upaya preventif dengan melakukan tes risiko corona melalui rapid test secara acak kepada pengunjung tempat wisata.

Kini, dari total 457.735 kasus positif corona di Indonesia, sebanyak 385.094 orang sudah dinyatakan sembuh dan 15.037 meninggal dunia.

Dengan mengurangi jumlah pasien sembuh dan meninggal itu, maka kasus positif aktif Covid-19 di Indonesia saat ini adalah 57.604 orang atau 12,6 persen dari terkonfirmasi.

(fey/kid)

[Gambas:Video ]


Next Post

NYALANG: Cahaya di Ujung Jalan Temaram