Jakarta () – Keponakan Kaisar Jepang Naruhito, Putri Mako, dan kekasihnya Kei Komuro akan mendaftarkan pernikahan mereka pada bulan Oktober, menurut Kantor Berita Kyodo, dikutip pada Kamis.

Setelah menyerahkan surat-surat hukum, putri berusia 29 tahun itu dilaporkan akan meninggalkan kediaman kekaisarannya dan bersiap untuk memulai kehidupan baru di Amerika Serikat, di mana Komuro, juga 29, saat ini tinggal dan akan mulai bekerja di sebuah firma hukum.

Pasangan ini akan berusia 30 tahun pada bulan Oktober.

Pernikahan anggota kekaisaran dengan rakyat biasa di Jepang pun tak sesederhana kedengarannya. Secara tradisional, terdapat upacara ritual hingga pemenuhan syarat yang harus dilakukan.

Upacara ritual yang biasa terkait dengan pernikahan semacam itu, disebut tidak mungkin diadakan.

Pihak terkait sedang mempertimbangkan untuk membatalkan sejumlah upacara, seperti upacara pertunangan resmi yang disebut "Nosai no Gi," di mana keluarga dari para tunangan bertukar hadiah, dan upacara "Choken no Gi" untuk bertemu secara resmi dengan kaisar dan permaisuri sebelum menikah.

Masih mungkin bahwa Komuro akan melakukan kunjungan perpisahan pribadi ke kaisar dan Permaisuri Masako, serta mantan Kaisar Akihito dan mantan Permaisuri Michiko.

Di bawah aturan saat ini, anggota keluarga kekaisaran wanita kehilangan status kerajaan mereka setelah menikahi rakyat biasa.

Karena anggota keluarga kekaisaran Jepang tidak memiliki paspor, sang putri harus terlebih dahulu membuat daftar keluarga dengan Komuro sebagai warga negara biasa sebelum mengajukan paspornya.

Sementara Badan Rumah Tangga Kekaisaran mengatur untuk mendaftarkan pernikahan mereka pada bulan Oktober, hal itu dapat ditunda hingga sekitar bulan November tergantung pada faktor-faktor seperti situasi virus corona, menurut seorang sumber.

Serangkaian prosedur yang diperlukan terkait pernikahan mereka diharapkan akan diselesaikan melalui konferensi pers untuk menandai ulang tahun Putra Mahkota Fumihito, ayah dari Putri Mako dan adik laki-laki kaisar, pada 30 November.

Badan Rumah Tangga Kekaisaran sedang mempelajari kemungkinan mempersiapkan kesempatan bagi pasangan untuk menjelaskan perasaan mereka tentang pernikahan.

Komuro dan Putri Mako bertemu pada 2012 sebagai mahasiswa di Universitas Kristen Internasional di Tokyo dan secara tidak resmi bertunangan pada September 2017.

Namun, pihak terkait mengumumkan penundaan upacara ritual terkait pernikahan mereka pada Februari 2018 menyusul laporan media tentang perselisihan uang yang terkait dengan ibu Komuro.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © 2021