PUPR Ingin Jembatan Bojonegoro-Blora Angkat Ekonomi Daerah

Farah

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berharap Jembatan Terusan Bojonegoro-Blora dapat meningkatkan konektivitas antardaerah dan perekonomian.

Jakarta, Indonesia —

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berharap kehadiran Jembatan Terusan Bojonegoro-Blora (TBB) di perbatasan Provinsi Jawa Timur dapat meningkatkan konektivitas dan pengembangan wilayah. Ujung-ujungnya, perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat sekitar bisa terangkat.

“Hanya dengan konektivitas, kami percaya kawasan ini bisa menjadi kawasan yang tidak terisolir, dan bisa maju dengan sendirinya, terlebih dengan adanya kepala daerah yang aktif,” kata Basuki dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (4/1).

Basuki mengaku sangat mengapresiasi inisiatif pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora dalam membangun jembatan tersebut.




“Saya kira inisiatif pemerintah daerah seperti ini merupakan hal yang sangat bagus sekali dan kami akan mendukung,” katanya.

Basuki menjelaskan pembangunan Jembatan TBB memakan waktu 6 bulan sejak Juni 2020. Adapun nilai kontrak jembatan penghubung Desa Luwihaji di Kecamatan Ngraho, Bojonegoro dengan Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Blora ini Rp92 miliar.

Ia juga memastikan Jembatan TBB telah melalui uji beban statik dan dinamik oleh pemerintah daerah yang selanjutnya dilakukan uji loading dan tes sesuai prosedur oleh Kementerian PUPR.

Jembatan TBB memiliki bentang utama sepanjang 220 meter dan lebar lajur 7 meter dengan masing-masing sisi dilengkapi trotoar selebar 1 meter. Jembatan ini terdiri dari 5 bentang menggunakan rangka baja tipe A.

Dari sisi produksi, keseluruhan proses produksi menggunakan produk dalam negeri, mulai dari struktur baja hingga tenaga kerja.

[Gambas:Video ]

(sfr/age)


Next Post

Positif Covid-19, Anggota DPR PDIP Bambang Suryadi Meninggal

Jakarta, Indonesia — Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bambang Suryadi meninggal dunia di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan pada Senin (4/1), tepatnya pukul 03.40 WIB. Kolega separtainya, Sudin, menyatakan bahwa Bambang meninggal dunia setelah positif terinfeksi virus corona atau Covid-19. Namun, menurut Ketua Komisi […]