Psikolog Sarankan Ortu Batasi Gadget pada Anak saat Pandemi

Farah

Psikolog Anak Elizabeth Santosa berpesan agar anak jangan terlalu banyak diberikan fasilitas gadget karena membuat kemampuan kreativitasnya tak berkembang.

Jakarta, Indonesia —

Kegiatan belajar dari rumah selama masa pandemi Covid-19 sudah memasuki bulan ke-9. Dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ), penggunaan gadget sangat diandalkan untuk media komunikasi dan belajar anak di rumah.

Di sisi lain, hal ini membuat paparan anak terhadap gadget semakin meningkat namun menurunkan daya kreativitasnya.

Psikolog Anak dan Pendidikan Elizabeth Santosa berpesan kepada orang tua agar di masa pandemi ini jangan memberikan terlalu banyak fasilitas gadget agar menstimulus kreativitas anak-anak.

“Biarkan mereka berpikir. Kasih kardus atau spidol, terserah nanti itu mau jadi apa. Nanti kalau anak-anak menyerah, baru kita ajak untuk bikin sesuatu bersama-sama. Tapi, kalau selalu dibantu dan diberikan terlalu banyak fasilitas, kemampuan kreativitasnya tidak berkembang, tidak terstimulasi, harus ada sesuatu yang menstimulus,” ujar Elizabeth mengutip Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat (11/12).

Orang tua, lanjut Elizabeth, bisa menyiasati belajar anak agar lebih menyenangkan dan menstimulasi kreativitas. Kreativitas ini menurutnya sering muncul saat masa sulit.

“Jadi kalau saya bisa katakan, kreatif itu hubungannya dengan solusi, mencari jalan keluar, proses membuat keputusan. Bukan selalu tentang menghasilkan prakarya saja.”

Lihat juga:

Serapan Banpres UMKM 91 Persen, 3 Daerah Penerima Terbanyak

“Biasanya pada saat kita dalam kondisi adem ayem, enak, atau nyaman kreativitas jarang muncul. Namun kreativitas akan muncul kalau dalam keadaan kepepet. Idealnya, pada masa gelap seperti masa pandemi ini harusnya banyak kreativitas yang muncul,” ujarnya.

Selain itu, orang tua perlu menyadari bahwa setiap pembelajaran itu bisa didapat dari kehidupan sehari-hari, tergantung bagaimana kita melihatnya.

“Jadi, buat semua orang tua, dalam masa pandemi ini kita berharap vaksin segera ada di tahun 2021. Bertahan lebih lama lagi di rumah untuk anak-anak kita. Gunakan waktu selama pandemi ini sebaik-baiknya untuk keluarga kita,” tutupnya.

(fef)

[Gambas:Video ]


Next Post

Patuhi Luhut, DKI Terapkan 75 Persen ASN Kerja di Rumah

Jakarta, Indonesia — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal memperketat kebijakan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Langkah kebijakan itu diambil sesuai dengan arahan Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Panjaitan. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jakarta, Chaidir mengatakan, untuk saat ini persentase aparatur sipil negara […]